MOU IKA MM FEB Unpad

PRESS RELEASE

Unpad Perkuat Kerjasama Quadruple Helix dengan Kementerian dan Industri Peningkatan daya saing Indonesia dalam skala global menjadi tantangan beragam pihak mulai dari pemerintahan, industri dan perguruan tinggi. Menurut Ketua Program MM FEB Unpad, Popy Rufaidah, SE,MBA,Ph.D, pertemuan di Royale Jakarta Golf Club, Minggu 1 Maret 2015, yang menghadirkan tiga menteri Alumni Universitas Padjadjaran, Dr. Yuddy Chrisnandi, SE., MS (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Ir. Rudiantara, MBA (Menteri Komunikasi dan Informatika) dan Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc (Menteri Pariwisata) serta didukung oleh komitmen 4 BUMN untuk bermitra dengan Universitas Padjadjaran (PT LEN Industri, PT Garuda Indonesia, PT Berdikari Persero, dan PT Hutama Karya Persero) merupakan momentum penguatan daya saing pemerintah, industri dan perguruan tinggi.

Popy mengatakan, alumni adalah salah satu jantung pembangunan bersama pemerintah dan perguruan tinggi. Melalui pendekatan Quadruple Helix,pelibatan pemerintah, industri, perguruan tinggi dan alumni pembangunan Indonesia akan semakin cepat. Peran Alumni sebagai salah satu mitra pembangunan dalam perguruan tinggi menjadi salah satu indikator yang menjembatani dengan pemerintahan dan industri. Sehingga, IKA MM FEB Unpad (Ikatan Keluarga Alumni Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran) menjadi penggagas pertemuan pada hari Minggu 1 Maret 2015, bertempat di Royale Jakarta Golf Club, untuk menjadikan momentum kesadaran bersama dalam upaya memberikan kontribusi pemikiran kepada Indonesia.

Menurut Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr.med. Setiawan, Program Studi Magister Manajemen adalah salah satu Program MM di Indonesia yang telah terakreditasi Internasional (ABEST 21) suatu lembaga akreditasi sekolah manajemen dan bisnis yang berbasis di Jepang. Program MM Unpad menjadi salah satu corong terdepan dalam pengembangan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi di luar negeri dengan beragam universitas ternama. Untuk itu, keterlibatan berbagai pihak, khususnya alumni untuk mendukung peningkatan kualitas prodi dan umumnya Unpad sangat strategis, terlebih dengan status Unpad sebagai PTN Badan Hukum. Peran Alumni menjadi sangat besar, diantaranya dengan keterlibatan pada Majelis Wali Amanat sebagai Organ Unpad pembuat kebijakan dan pengawasan bidang non-akademik.

Selaku Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan, Abraham Mose, tantangan Indonesia mendudukan posisi di pasar global dalam beragam industri menjadi pemikirannya untuk melibatkan pemerintah melalui ketiga kementrian tersebut dan mengajak mitra BUMN lainnya untuk melaksanakan kegiatan yang saling menguntungkan banyak pihak.

Selain itu, Wahyuddin Bagenda, Ketua IKA MM FEB Unpad mencanangkan program link and match antara perguruan tinggi dan industri melalui penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah dan industri yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk konkrit sehingga menghasilkan sejumlah pemikiran dan eksekusi dapan peningkatan daya saing global.

Popy menyatakan, komitmen bersama ditunjukan oleh kehadiran BUMN:

  • PT LEN Industri (Persero), Direktur Utama, Ir. Abraham Mose, MM
  • PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Direktur Pemasaran dan Penjualan, Handayani, MM
  • PT Berdikari (Persero), Direktur Utama, Librato el Arief, SE, MM
  • PT Hutama Karya (Persero), Direktur Pengembangan & Sdm,Ir. Putut Ariwibowo, MM

Pada kesempatan tersebut, Direktur Komersial PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Handayani, yang juga merupakan alumni Program Magister Manajemen Universitas Padjadjaran mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara universitas dengan sektor industri. Handayani mengungkapkan, sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi merupakan pangsa pasar yang cukup besar bagi Garuda Indonesia. Dengan jumlah sivitas akademika Unpad yang mencapai lebih dari 40 ribu orang. pihaknya optimis kolaborasi antara Garuda Indonesia dan Unpad dapat menghasilkan sustainable benefit bagi kedua pihak, khususnya bagi Garuda Indonesia dalam meningkatkan pangsa pasarnya pada segmen korporasi.

Sementara itu, mewakili pihak Kementerian, Pak Arief Yahya menekankan pentingnya penerapan standar global dalam berbagai hal untuk meningkatkan daya saing bangsa. Oleh karena itu, dalam implementasi kerjasama pun diharapkan ada indikator yang digunakan sehingga kerjasama dapat dilakukan dengan baik. Hal yang sama ditekankan pula oleh Pak Yudi Chrisnandi, yang sangat ingin menjadikan Unpad sebagai universitas terbaik, dengan keterlibatan alumni. Sekalipun dengan kementerian komunikasi dan informasi belum ditandatangani kerjasama formal, tapi Pak Rudiantara telah menyampaikan keinginan untuk bekerjasama dengan Unpad dalam kajian sosial aspek komunikasi dan informasi.

Untuk itu, dalam kesempatan yang baik ini, hadir pula para pimpinan fakultas terkait, seperti Dekan Fakultas MIPA, Prof. Budi Nurani, Dekan FIKOM, Prof. Deddy Mulyana, Wakil Dekan I Fisip, Mudiyati, PhD., Wakil Dekan I FH, Dr. Agus Mulya Karsona, Wakil Dekan I FIB, Dr. Mumuh Muhsin, dan Wakil Dekan II FIB, Tatang Suparman. Juga hadir Ketua LPKA, Heryawan Kemal yang terus berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan kealumnian diintegrasikan dengan pengembangan kemahasiswaan, khususnya untuk pengembangan karier lulusan.

Mudah-mudahan dengan kebersamaan yang ditunjukkan khususnya oleh Ikatan Alumni MM FEB Unpad ini, akan mendorong kebersamaan yang sama dari seluruh alumni Unpad, untuk kebesaran Unpad dan kontribusi Unpad secara nasional dan internasional.