Kreativitas Menuju Sukses

Kreativitas Menuju Sukses oleh PROF. Dr. YUYUN WIRASASMITA, M.Sc.

yyn

I. PENGANTAR

Banyak jalan menuju sukses, akan tetapi diyakini kreativitas dan keinovativan merupakan unsur yang paling utama dalam menuju sukses.

Akan dibahas dalam makalah ini berturut-turut : a. Arti penting kreativitas dan inovasi bagi wirausaha; b. Memahami kreativitas dan inovasi; c. Mengembangkan kreativitas pada individu dan organisasi; d. Jenis kreativitas dan Inovasi; e. Penentuan waktu untuk berinovasi dan ; f. Kesimpulan.

II. ARTI PENTING KREATIVITAS DAN INOVASI BAGI WIRAUSAHA

Meskipun dalam membahas kewirausahaan sering dianggap bahwa kreativitas dan keinovativan menyatu dalam pengertian kewirausahaan, dalam kenyataannya, sering dijumpai wirausaha-wirausaha yang tidak memiliki sifat kreativitas dan keinovativan.

Ada dua jenis wirausaha yaitu wirausaha kreatif dan inovatif dan wirausaha rutin. Wirausaha-wirausaha rutin, mungkin yang terbanyak jumlahnya, adalah wirausaha-wirausaha tradisional,yang menghasilkan produk dan proses tidak ada perbedaannya dengan yang sudah ada. Perusahaan yang didirikannya tidak mengalami perkembangan. Seperti misalnya usaha-usaha kecil tradisional, yang tidak memiliki tanda-tanda untuk menjadi perusahaan skala menengah atau besar.

Ada juga perusahaan yang sudah menjadi besar, akan tetapi kemudian mengalami kehancuran, karena mengalami syndrome : relax zone atau comfort zone, merasa tidak perlu untuk menerapkan kaidah-kaidah kreativitas dan inovasi karena merasa sudah berhasil.

Wirausaha kreatif dan inovatif, adalah wirausaha yang memanfaatkan sifat-sifat kreativitas dan keinovativan baik didalam mengidentifikasi peluang, didalam mewujudkan peluang menjadi usaha, dan didalam mengembangkan usahanya, yaitu melalui tahap-tahap start-up, development, growth dan ekspansi. Seorang wirausaha yang kreatif dan inovatif, bukan wirausaha yang tidak pernah mengalami kegagalan, akan tetapi apabila mengalami kegagalan dapat bangkit kembali menjadikan perusahaannya lebih berdaya saing daripada sebelumnya.

Manfaat dari kreativitas dan inovasi bagi kewirausahaan untuk menemukan peluang yang potensial menjadi usaha yang menghasilkan manfaat bagi dirinya dan masyarakat, dan memberikan kemampuan didalam menghadapi persaingan dari perusahaan-perusahaan sejenis atau pendatang baru dan didalam rangka mengatasi goncangan-goncangan eksternal seperti, inflasi kenaikan bahan-bahan baku dan sebagainya.

III. MEMAHAMI KREATIVITAS DAN INOVASI

Untuk wirausaha agar menjadi seorang wirausaha yang kreatif dan inovatif perlu memahami secara mendalam pengertian kreativitas dan inovasi.
Perlu dipahami bahwa kreativitas dan inovasi itu bukan mistik, bukan keturunan atau genetic. Kreativitas dan inovasi dapat dipelajari dan diajarkan, sama halnya dengan kewirausahaan.

Kreativitas adalah cara berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau menghasilkan gagasan-gagasan/ide-ide baru. Tingkat kebaharuannya menunjukkan tingkat/kualitas kreativitas yang dimilikinya. Gagasan-gagasan/ide-ide baru itu belum memberikan manfaat nyata, akan tetapi potensial untuk dikembangkan menghasilkan manfaat nyata. Gagasan-gagasan baru dapat berasal dari gagasan-gagsan yang sudah ada, atau yang belum ada sebelumnya, dapat juga berasal dari calon konsumen/pembeli dari kemajuan-kemajuan teknologi. Kewajiban seorang wirausaha dengan kemampuan berpikirnya yang dinamis dapat menghasilkan gagasan- gagasan/ide-ide baru dari berbagai sumber bagi perusahaan yang akan dikembangkannya.

Gagasan-gagasan/ide baru itu untuk menghasilkan manfaat harus dievaluasi baik secara teknis, yaitu kemungkinan dihasilkan secara efisien dan efektif dengan sumber daya yang dimilikinya. dan dievaluasi dari aspek komersial sejauhmana gagasan-gagasan/ide-ide baru itu dapat menghasilkan manfaat bagi calon-calon customer, sehingga akan menghasilkan aliran penerimaan. Apabila gagasan-gagasan itu lolos dari evaluasi tersebut, maka gagasan itu menjadi invensi/penemuan dan apabila ditindak lanjuti menjadi inovasi.

Karena itu kreativitas sering didefinisikan “Thinking New Thing”, inovasi “Doing New Thing” atau Inovasi = Invensi + Eksploitasi/Komersialisasi.
Berdasarkan uraian tersebut kreativitas merupakan pangkal untuk terjadinya inovasi, berarti pula dalam pengertian inovasi sudah tersirat adanya fungsi kreativitas dan didalam pengertian kreativitaas sudah ada potensi-potensi untuk menghasilkan inovasi.

IV. BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS DAN KEINOVATIVAN PADA DIRI SEORANG WIRAUSAHA, KARYAWAN-KARYAWAN DAN PADA ORGANISASI

Menurut salah satu rumus inovasi, inovasi dapat dihasilkan, baik inovasi proses, produk, manajerial apabila sumber daya manusia dalam perusahaan terutama wirausahanya bersifat kreatif ditambah dengan organiasi yang kondusif mendorong kreativitas dan inovasi.

Seorang wirausaha adalah seorang manager dan owner sekaligus. Oleh karena itu yang pertama-tama harus kreatif dan inovatif adalah wirausahanya sendiri dan menyebarkan sifat kreatif dan inovatif kepada karyawannya. Kemudian membangun struktur organisasi yang kondusif untuk berkembangnya kreativitas dan inovasi.

Ada dua hal yang harus diperhatikan oleh calon wirausaha, atau wirausaha yang sudah jadi, agar menjadi wirausaha yang kreatif dn inovatif.
Pertama, dapat memahami kiat-kiat/seni untuk menjadi kreatif dan inovatif, kedua menguasai ketrampilan untuk menjadi wirausaha kreatif dan inovatif.

Kiat-kiat yang harus dimiliki dan diinternalisasikan untuk menjadi wirausaha kreatif, seorang calon wirausaha :

  1. Harus memiliki sifat-sifat keterbukaan terhadap pengalaman. Pengalaman baik dari dirinya sendiri maupun orang lain dijadikan umpan balik dan dikaji.
  2. Harus memiliki sifat memperhatikan sesuatu dan peduli akan perkembangan lingkungan.
  3. Harus mencoba melihat sesuatu dengan cara lain, mengubah sesuatu yang negatif menjadi sesuatu yang bersifat positif.
  4. Harus memiliki sifat keingintahuan.
  5. Dapat menerima perbedaan pendapat dan mempunyai kemampuan untuk mengrekonsialisasikan
  6. Mempunyai sifat toleransi terhadap ketidakpastian dan kegagalan.
  7. Percaya diri, kemandirian dalam mempertimbangkan , berpikir dan bertindak.
  8. Memiliki perilaku ingin lepas dari hal-hal yang bersifat rutin/standar.
  9. Memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan risiko dan cara mengantisipasi risiko.

Kiat-kiat tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, akan tetapi yang terpenting dapat diresapkan dan dijadikan landasan dalam melaksanakan tugas.
Disamping kiat-kiat tersebut seorang wirausaha harus menguasai teknik-teknik kreativitas. Ada ± 100 teknik-teknik kreativitas, yang akan dibahas dua teknik kreativitas yang paling penting untuk dimiliki seorang wirausaha dan juga sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan.

  1. Teknik Brainstorming/urun rembug. Teknik ini dapat menghasilkan gagasan baru. Ada dua tahap yang harus dilakukan. Pertama tahap divergensi, dimana anggota-anggota dalam kelompok didorong untuk mengusulkan gagasan-gagasan baru. Dalam tahap ini tidak diperkenankan untuk mengkritisasi, mengevaluasi gagasan-gagasan yang disampaikan. Tahap kedua, disebut tahap konvergensi. Dalam tahap ini gagasan-gagasan dievaluasi berdasarkan kriteria yang disusun bersama. Tahap konvergensi dapat dilakukan beberapa kali sehingga dapat menghasilkan gagasan yang paling potensial untuk menciptakan keberhasilan. Gagasan-gagasan tersebut, terus dievaluasi sehingga menjadi inovasi yaitu mempunyai tingkat komersialisasi yang tinggi.
  2. Teknik Osborn. Teknik ini berupa pertanyan-pertanyaan yang menghasilkan gagasan-gagasan baru. Pertanyaan tersebut diantaranya :
    • Apakah dapat diadaptasikan untuk keperluan lain ?.
    • Apakah dapat diperbesar/diperkecil ?.
    • Apakah dapat diubah penampilannya ?
    • Apakah dapat dikombinasikan ?
    • Apakah bagian-bagiannya dapat diganti/disubstitusi
    • Apakah rancangan arsitekturnya dapat diubah ?, dan lain-lain

    Pertanyaan-pertanyaan itu potensial untuk menghasilkan gagasan-gagasan dan inovasi-inovasi baru. Oleh karena itu perlu dimiliki dan dikuasai baik oleh wirausaha maupun karyawan-karyawan dan perlu pelatihan-pelatihan.

Dalam rangka menghasilkan gagasan-gagasan baru diperlukan persiapan- persiapan yaitu :

  1. Memperjelaskan maksud dan tujuan berinovasi.
  2. Mempersiapkan sumber daya manusia
  3. Mempersiapkan waktu/tempat/sumber-sumber yang diperlukan
  4. Mempersiapkan implementasi, dan lain-lain.

Harus diperhatikan ungkapan : “Creativity Favors Prepared Mind”. Persiapan yang baik akan menghasilkan gagasan yang terbaik.
Karena kreativitas dan inovasi itu merupakan kebutuhan untuk suatu perusahaan. Maka diperlukan sikap-sikap wirausaha/manajer yang mendorong penciptaan budaya kreatif dalam organisasi, yaitu :

  1. Sikap seorang wirausaha/ manajer harus menganggap kreativitas dan inovasi itu merupakan suatu kebutuhan.
  2. Dituntut supaya ada komunikasi dua arah antara wirausaha /manajer dengan karyawan.
  3. Sikap seorang wirausaha/manajer, menghindari menjadi “Creativity Killer/pembunuh kreativitas, penekan bawahan yang kreatif. Harus membiasakan memberikan penghargaan kepada karyawan-karyawan yang kreatif.
  4. Harus menciptakan struktur organisasi yang terbuka, untuk usulan-usulan kreatif baik yang berasal dari bawahan, maupun dari atas/sejawat.
  5. Harus membuka jejaring komunikasi baik dengan calon-calon konsumen, pemasok dan lembaga-lembaga penelitian.

V. PEMILAHAN JENIS-JENIS KREATIVITAS DAN INOVASI

Jenis kreativitas dan inovasi sering dipahami menjadi dua jenis yaitu kreativitas dan inovasi yang bersifat incremental dan radical. Kreativitas dan inovasi yang bersifat incremental menitik beratkan kepada perbaikan dari yang sudah dicapai (doing better), sedangkam kreativitas dan inovasi radical menghasilkan sesuatu yang baru (doing something different). Inovasi incremental dapat berakhir menjadi sesuatu yang baru. Pilihan-pilihan tersebut tergantung peluang dan kesiapan dana dan juga teknologi. Bagi negara kita mungkin pendekatan incremental lebih dimungkinkan, meskipun tidak tertutup mengadakan Radical Innovation.

Disamping itu juga ada pembagian inovasi yaitu inovasi proses dan inovasi produk. Inovasi proses adalah dalam cara bagaimana produk/jasa dihasilkan. Proses baru harus lebih baik daripada proses lama. Inovasi produk, menghasilkan produk/jasa baru. Inovasi proses kemungkinan menghasilkan perbaikan atau produk baru. Baik inovasi proses maupun produk dapat dilaksanakan dengan pendekatan incremental atau radical.

VI. KAPAN WAKTUNYA MENGADAKAN INOVASI

Ada pepatah/ungkapan : “Innovate now or pay later”. Apakah inovasi sekarang, atau harus membayar/merugi kemudian.

Inovasi memang tidak dapat diadakan setiap saat karena inovasi juga berarti perubahan. Suatu perusahaan yang terus-menerus berubah, karena melakukan ionovasi pada setiap saat bukan keberhasilan yang dicapai akan tetapi kekacauan. Karena itu yang penting bagaimana merencanakan inovasi dengan tepat. Perlu dipahami bahwa memasuki abad XXI, persaingan semakin keras, inovasi terjadi dalam jarak waktu yang relative pendek. Daur hidup produk semakin pendek. Menghadapi keadaan demikian, yang penting seorang wirausaha/ manajer selalu memantau situasi dan kondisi persaingan, serta inovasi baru yang bermunculan. Kesiapan untuk berinovasi menjadi krusial. Apabila sudah waktunya untuk berinovasi, karena gejala-gejala persaingan, inovasi harus diupayakan. Keterlambatan dalam mengantisipasi gejolak persaingan dapat menghancurkan daya saing. Prinsip yang harus kita pegang : “Business is unusual”, yang pasti adalah ketidak pastian, yang tetap adalah perubahan, hari esok akan berbeda dengan hari ini.

VII. KESIMPULAN

Kreativitas dan Inovasi seperti juga kewirausahaan dapat dipelajari dan diajarkan kepada calon-calon wirausaha, Seorang wirausaha harus memahami kiat-kiat menjadi kreatif dan inovatif dan mampu menyebarluaskan kepada karyawannya dan dapat menciptakan budaya organisasi yang kreatif dan inovatif. Penguasaan teknik-teknik kreativitas dan keinovativan oleh wirausaha/manajer dan karyawan dipadukan dengan budaya organisasi inovatif akan memperkuat daya saing suatu perusahaan yang berkelanjutan.

?

KEPUSTAKAAN

  1. Gaynor, Gerard H : Innovation by Design (2003)
  2. Weiss, Davids : Innovative Intelligence (2010)
  3. Bessant, John and Tidd, Joe : Innovation and Entrepreneurship (2011)
  4. Yuyun Wirasasmita : Manajemen Kreativitas dan Inovasi (2012) Handout Perkuliahan FEB UNPAD.
  5. Yuyun Wirasasmita : Ilmu dan Seni Kewirausahaan (2012) Handout Perkuliahan FEB UNPAD.