Evaluasi Pembelajaran

PEDOMAN PRA-MM

Kelulusan program pra-MM adalah sebagai berikut.

  1. Memperoleh IPK minimal 2,5.
  2. Tidak ada yang mendapatkan nilai E dan maksimum hanya mendapatkan satu nilai D (untuk mata kuliah selain Pengantar Bisnis dan/atau Pengantar Manajemen dan Perilaku Keorganisasian).

PEDOMAN KELAS REGULER

Pedoman Penilaian

Huruf Mutu Akhir yang Sah

  1. Nilai akhir (huruf mutu) mata kuliah atau hasil evaluasi akhir sesuatu mata kuliah hanya dianggap sah apabila :
    • Matakuliah yang bersangkutan terdaftar dalam KRS Mahasiswa.
    • Nilai terdaftar dalam Daftar Peserta Nilai Akhir (DPNA) ditanda tangani oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah.
    • Mahasiswa berstatus aktif/terregistrasi pada semester yang sesuai dengan semester KRS dan DPNA.
  2. Semua nilai akhir (huruf mutu) mata kuliah atau hasil evaluasi akhir sesuatu mata kuliah yang tidak memenuhi persyaratan butir (1) di atas dinyatakan tidak berlaku (gugur).

Huruf Mutu T (Tidak Lengkap)

Seorang mahasiswa dinyatakan memperoleh huruf mutu T jika memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  1. Diberikan kepada mahasiswa yang belum memenuhi evaluasi akhir semester, yaitu apabila komponen penilaiannya tidak lengkap
  2. Setelah evaluasi pada butir (1) dipenuhi mahasiswa dalam waktu 2 minggu terhitung sejak ujian akhir semester mata kuliah bersangkutan huruf T harus diganti menjadi A, B+, B, C+, D+, D atau E.
  3. Apabila evaluasi pada butir (1) tidak dipenuhi dalam batas waktu 2 minggu, maka huruf mutunya menjadi E; atau Dosen Pengasuh mata kuliah dapat mengolah sesuai dengan bobot masing-masing bagian evaluasi yang ditetapkan, sehingga menghasilkan huruf mutu lain;
  4. Huruf T tidak dapat diubah menjadi K, kecuali apabila mahasiswa tidak dapat menempuh ujian akhir semester susulan atas dasar alasan yang dapat dibenarkan (sakit, mengalami kecelakaan, atau musibah yang memerlukan perawatan lama).

Huruf Mutu K (Kosong)

Huruf mutu suatu mata kuliah dapat dinyatakan sebagai huruf K jika memenuhi ketentuaan sebagai berikut :

  1. Mahasiswa mengundurkan diri dari kegiatan perkuliahan setelah lewat batas waktu perubahan KRS (2 minggu setelah kegiatan akademik berjalan) dengan alasan yang dapat dibenarkan dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Dekan;
  2. Dikenakan pada satu atau beberapa mata kuliah pada semester bersangkutan dalam hal mahasiswa tidak dapat mengikuti ujian akhir semester atas dasar alasan yang dapat dibenarkan sehingga tidak dapat mengikuti ujian akhir semester susulan;
  3. Diberikan pada matakuliah tugas akhir dan skripsi yang tidak selesai dalam satu semester.
  4. Alasan yang dapat dibenarkan untuk memberikan huruf K adalah :
    • sakit atau kecelakaan yang memerlukan perawatan atau proses penyembuhan lama, yang dinyatakan dengan surat keterangan dari dokter spesialis atau rumah sakit yang merawatnya;
    • musibah keluarga yang mengharuskan mahasiswa meninggalkan kegiatan belajarnya dalam waktu lama, dengan dikuatkan surat keterangan yang diperlukan;
  5. Alasan lain yang dapat dibenarkan untuk memberi huruf K adalah kondisi melahirkan yang tidak normal atau alasan lain yang dapat dibenarkan oleh Dekan atau Direktur Program di luar kedua alasan pada butir (3) di atas, tetapi mahasiswa dianggap menghentikan studinya untuk sementara selama satu semester atas izin Dekan;
  6. Mata kuliah yang memiliki huruf mutu K, tidak digunakan untuk penghitungan IP atau IPK;
  7. Bagi mahasiswa yang memperoleh huruf K bagi seluruh beban studi dalam semester yang bersangkutan, diperhitungkan dalam batas waktu studi dan tidak dianggap sebagai penghentian studi untuk sementara;
  8. Apabila butir (5) di atas terjadi untuk kedua kalinya, maka semester bersangkutan dianggap sebagai penghentian studi untuk sementara atas izin Dekan, sehingga akan mengurangi jatah mahasiswa yang bersangkutan untuk mengajukan permohonan menghentikan studi untuk sementara;
  9. Apabila butir (5) di atas terjadi untuk ketiga kalinya (berturut-turut maupun secara terpisah-pisah), maka semester bersangkutan dianggap sebagai penghentian studi untuk sementara atas izin Dekan yang kedua kalinya. Hal ini tidak diperhitungkan dalam batas waktu studinya, namun menggugurkan hak mahasiswa untuk memperoleh kesempatan penghentian studi atas izin Dekan;
  10. Penghentian studi untuk sementara setelah melewati periode pada butir (7) di atas dengan alasan seperti pada butir (3), diperkenankan, namun diperhitungkan dalam batas waktu studinya.
  11. Kalau mata kuliah yang memperoleh huruf K itu telah ditempuh kembali pada kesempatan lain, maka huruf mutunya dapat berubah menjadi B+, B, C+, D+, D atau E.

Catatan: Program Studi dapat melakukan pemutihan nilai mahasiswa sekiranya dalam waktu satu setengah bulan nilai tidak dapat dikeluarkan oleh Dosen. Pemutihan nilai dilakukan dengan memberikan nilai minimal B tanpa terkecuali atau penilaian didasarkan pada data dan informasi yang tersedia. Namun demikian, nilai tersebut dapat berubah sekiranya dikemudian hari Dosen menyerahkan nilai. Pemutihan nilai selanjutnya hanya untuk mahasiswa dengan nilai B ke atas dan tidak untuk nilai di bawah B.

Evaluasi Hasil Belajar

  1. Penilaian atas kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan secara berkala berupa: ujian (lisan/tertulis), pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen. Ujian Akhir Semester dilaksanakan secara terjadwal oleh Ketua Program Studi dan hasil ujian diserahkan kepada Sub Bagian Akademik Program paling lambat 14 hari setelah ujian dilaksanakan.
  2. Nilai akhir merupakan gabungan dari Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS) dan semua tugas yang diberikan selama semester yang berlangsung, masing-masing dengan bobot sendiri-sendiri.
  3. Nilai akhir mata kuliah ini diberikan dalam bentuk huruf mutu berdasarkan skor mentah (raw score) dengan kisaran antara 0 – 100, dengan pedoman berikut:
    • Nilai Huruf Mutu Angka Mutu
      80 – 100% A 4
      76 – 79% A- 3.7
      72 – 75% B+ 3.3
      68 – 71% B 3
      64 – 67% B- 2.7
      60 – 63% C+ 2.3
      56 – 59% C 2
      45 – 55% D 1
      < 44% E 0
  4. Nilai akhir dalam bentuk huruf mutu (HM) ini harus diserahkan kepada SBP dan Kemahasiswaan pada waktu yang telah ditetapkan untuk penghitungan Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa.
  5. IPK kurang dari 2.00 pada semester II, dan/atau semester III akan berakibat mahasiswa terkena sanksi pemutusan studi.
  6. Kelulusan :
    • Mahasiswa dinyatakan lulus suatu mata kuliah apabila mendapat nilai sekurang-kurangnya C (maksimal untuk dua mata kuliah), sedangkan untuk tesis minimal nilai B¬.
    • Mahasiswa dinyatakan lulus Program Magister apabila telah menempuh sejumlah SKS sesuai dengan peraturan Program Studi masing-masing termasuk tesis, dengan IPK sekurang-kurangnya 3,00 dengan nilai mata kuliah konsentrasi sekurang-kurangnya B.

Penilaian Seminar Usulan Penelitian

  1. Nilai pada Seminar Usulan Penelitian (SUP) diberikan dalam bentuk skor mentah (raw score) dengan kisaran antara 0 – 100.
    • Nilai Huruf Mutu Angka Mutu
      80 – 100% A 4
      76 – 79% A- 3.7
      72 – 75% B+ 3.3
      68 – 71% B 3
      64 – 67% B- 2.7
      60 – 63% C+ 2.3
      56 – 59% C 2
      45 – 55% D 1
      < 44% E 0
  2. Tim Penguji terdiri atas Tim Pembimbing dan para Penelaah.
  3. Dalam seminar ini Tim Penguji mengevaluasi pertanggungjawaban mahasiswa atas pertanyaan yang bersifat mengkritisi maupun mencari klarifikasi terhadap materi/substansi usulan penelitian itu.
  4. Pada akhir seminar Tim Penguji memberikan penilaian sebagai berikut:
    • mahasiswa dinyatakan lulus apabila memperoleh nilai rata-rata sekurang-kurangnya 68, atau
    • mahasiswa dinyatakan tidak lulus apabila mahasiswa memperoleh nilai rata-rata kurang dari 68.
  5. Rata-rata nilai Seminar Usulan Penelitian (SUP) ini diubah menjadi huruf mutu (HM) menggunakan pedoman yang berlaku bagi ujian tesis (UT).
  6. Apabila dinyatakan tidak lulus dari seminar usulan penelitian, maka mahasiswa diharuskan mengulang kembali usulan penelitiannya. Kesempatan mengulang seminar ini hanya diberikan satu kali; apabila sampai dua kali semi¬nar dinyatakan tidak lulus, maka mahasiswa dikenai sanksi pemutusan studi.
  7. Apabila dinyatakan lulus dari SUP, maka mahasiswa dapat melanjutkan ke penelitian dan penulisan tesis setelah melakukan perbaikan yang direkomendasikan tim penelaah.

Penilaian Tesis

  1. Penilaian tesis dilakukan melalui ujian tesis (UT).
  2. Bagi Program Magister Manajemen, mahasiswa wajib melaksanakan Seminar Usulan Penelitian (SUP)
  3. Sebelum Ujian tesis, Tim Pembimbing mengevaluasi materi/ subtansi naskah yang diajukan. Penilaian dilakukan dengan mengevaluasi apakah naskah tersebut ‘layak uji’. Pernyataan ‘layak uji’ ini harus merupakan kesepakatan bersama dari tim pembimbing. Apabila terjadi perbedaan penilaian tentang kelayakannya, maka tim Pembimbing perlu mengupayakan untuk mencari kesepakatan bersama.
  4. Evaluasi materi/subtansi naskah dititikberatkan pada hal-hal dibawah ini:
    1. Subtansi penelitian – pengembangan ilmu dengan menggunakan metode dan kaidah ilmiah, menyangkut:
      • i. Ketajaman identifikasi dan perumusan masalah
      • ii. Sistematika kerangka pemikiran dalam menghubungkan berbagai variabel penelitian.
    2. Pemecahan masalah menyangkut:
      • i. Penjabaran dan relevensi metode penelitian yang digunakan;
      • ii. Ketepatan desain penelitian dan instrumen yang digunakan.
    3. Ketajaman analisis, menyangkut:
      • i. Ketajaman dan keruntutan pembahasan hasil penelitian;
      • ii. Kekayaan sumber-sumber lain dalam pembahasan.
  5. ‘Layak uji’ berarti naskah tesis mendapat nilai (skor mentah) rata-rata sekurang-kurangnya 68.
  6. Apabila dinyatakan ‘tidak layak uji’, maka naskah tersebut tidak bisa diajukan untuk ujian tesis (UT), Tim Penguji perlu sepakat untuk mempertanggungjawabkannya secara ilmiah dan menjelaskannya kepada mahasiswa.
  7. Bagi Program Magister Manajemen, mahasiswa wajib melaksanakan kolokium sebelum melaksanakan ujian tertutup.
  8. Mahasiswa hanya diberi kesempatan untuk menempuh ujian tesis (UT) masing-masing sebanyak dua kali dalam kurun waktu yang disepakati.
  9. Nilai pada ujian tesis (UT) diberikan dalam bentuk skor dengan kisaran antara 0 – 100. Ujian tesis (UT) ujian mata kuliah diubah menjadi huruf mutu (HM) dengan pedoman sebagai berikut:
    • Nilai Huruf Mutu Angka Mutu
      80 – 100% A 4
      76 – 79% A- 3.7
      72 – 75% B+ 3.3
      68 – 71% B 3
      64 – 67% B- 2.7
      60 – 63% C+ 2.3
      56 – 59% C 2
      45 – 55% D 1
      < 44% E 0
  10. Yudisium kelulusan didasarkan pada pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) berikut:
    • 3,00 – 3,40 Memuaskan
    • 3,41 – 3,75 Sangat memuaskan
    • > 3,75 Cumlaude/ dengan pujian*

Catatan : penetapan predikat kelulusan dengan pujian (Cum laude) dilakukan dengan memperhatikan masa studi maksimum (8 semester). Mahasiswa dinyatakan lulus dengan pujian (Cum Laude) jika dapat menyelesaikan studi dalam waktu masa studi normal (4 semester).