Testimonial Joint Seminar 2016 Batch 1

1. Analisis budaya: daerah asakusa perpaduan dua budaya / agama shinto dan budha

a. Vica Puspitasari (120820150006) dan Ayunda Fatmasari (120820150048)

Asasuka Berlokasi di distrik Taito sebelah barat sungai Sumida, daerah Asakusa pernah menjadi sebuah kota kuil dimana kuil utamanya adalah di kuil Sensoji.

Menurut legenda, kuil ini dibuat oleh beberapa nelayan bersaudara yang mengatakan bahwa mereka menemukan sosok Kan’non (Dewi Kesuburan) dan mengikutinya hingga hulu dari sungai Sumida pada tahun 628, dan membangun kuil di tempat dewi tersebut menghilang.

Kuil Sensoji memiliki tiga gerbang. Kaminari-mon adalah pintu utamaDijaga oleh Furai-jin. Karena itu, jika ke Asakusa menggunakan subway, rambu penunjuk jalan yang terpasang di stasiun kereta bawah tanahchikatetsu, itu akan mengarahkan anda ke Kaminari-mon. Di gerbang besar yang terbuat dari kayu itu tergantung sebuah lampion raksasa berwarna merah. Di tiang sebelah kiri ada patung dewa angin, sedangkan yang di kanan adalah patung dewa badai.

Masuk melewati kaminari-mon, maka akan segera menjumpai sederetan kios yang menjual beragam souvenir.yang terkenal. Kawasan wisata belanja sepanjang sekitar 100 meter ini bernama Nakamise. Gantungan kunci, kipas, pembatas buku, pedang katana, T-Shirt, hingga kimono ada di sana. Makanan dan kue-kue khas Jepang juga tersedia. Meskipun umumnya penjual di situ hanya berbahasa Jepang, tetapi tak perlu khawatir akan mengalami kesulitan. Semua barang yang dijual sudah ditempeli label harga, sehingga tinggal memilih mana yang Anda ingin beli. Selanjutnya, ‘bahasa isyarat’-lah yang berperan.

Tidak hanya kuil sebagai tujuan utamanya, Asakusa merupakan rumah bagi berbagai festival kebudayaan seperti festival Sanja, yaitu festival dengan lampion-lampion besar yang diarak keliling kota.

image001

Saat ini kita dapat menemukan beragam agama dan kepercayaan di Jepang. Mulai dari Shinto, Buddha, Konfusius, Taoisme, ada pula berbagai kelompok keagamaan yang sering disebut sebagai agama baru, agama rakyat, Kristen, dan Islam. Kelompok keagamaan baru merupakan gerakan-gerakan keagamaan yang baru bermunculan di Jepang sejak tahun 1945 sejak pemerintahan Jepang memberikan perlakuan yang sama terhadap semuaagama dan kepercayaan yang ada.

Shinto merupakan kombinasi dari dua buah huruf Cina (Shen-tao),Shin berarti dewa dan Dao berarti jalan. Secara harfiah, Shinto mempunyai arti jalan dewa.Shinto merupakan agama asli Jepang. Kata Shinto berasal dari bahasaJepang yang sering diterjemahkan dalam bahasa lain sebagai “Jalan para dewa”.Shinto pada mulanya adalah agama alam yang merupakan perpaduan antara paham animisme dengan pemujaan terhadap gejala-gejala alam. Dengan cara yang sangat sederhana, masyarakat Jepang kuno menganggap semua benda, baik itu hidup atau mati, dianggap memiliki ruh atau spirit. Semua ruh atau spirit tadi dianggap memiliki daya kekuasaan yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka.

Pada perkembangan dihadapkan pertemuan antara agama Budha dengan kepercayaan asli bangsa Jepang (Shinto) yang akhinya mengakibatkan munculnya persaingan yang cukup hebat antara pendeta bangsa Jepang dengan para pendeta agama Buddha, maka untuk mempertahankan kelangsungan hidup agama Shinto para pendetanya menerima dan memasukkan unsur-unsur Buddha ke dalam sistem keagamaan mereka. Akibatnya agama Shinto justru hampir kehilangan sebagian besar sifat aslinya.

Penganut agama Shinto mempunyai semboyan yang berbunyi Kami negara – no – mishi yang artinya tetap mencari jalan dewa. Orang Jepang (Shinto) mengakui adanya dewa bumi dan dewa langit (dewa surgawi) dan dewa yang tertinggi adalah Dewi Matahari (Ameterasu Omikami) yang dikaitkan dengan pemberi kamakmuran dan kesejahteraan serta kemajuan dalam bidang pertanian. Disamping mempercayai adanya dewa-dewa yang memberi kesejahteraan hidup, mereka juga mempercayai adanya kekuatan gaib yang mencelakakan, yakni yakni roh yang jahat atau disebut Aragami.

Menurut agama Shinto watak manusia pada dasarnya adalah baik dan bersih. Adapun jelek dan kotor adalah pertumbuhan kedua, dan merupakan keadaan negatif yang harus dihilangkan melalui upacara pensucian (Harae). Karena itu agama Shinto sering dikatakan sebagai agama yang dimulai dengan dengan pensucian dan diakhiri dengan pensucian. Tempat-tempat yang digunakan untuk melakukan pemujaan Shinto disebut Shrines (Tempat Suci).

Tujuan utama dari Shinto adalah mencapai keabadian di antara mahluk-mahluk rohani, Kami. Kami dipahami oleh penganut Shinto sebagai satu kekuasaan supernatural yang suci hidup di atau terhubung dengan dunia roh.

Ritual agama Shinto salah satunya ialah Matsuri. Matsuri adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan. Matsuri berasal dari kata matsuru (matsuru: menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri yakni penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.

Matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat.

image003

b. Furqon Mazka (120820150001) dan Gaffar M Jahid (120820150055)

Jepang adalah negara yang memiliki pencapaian teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat tinggi. Banyak kemunculan teknologi dan pengetahuan baru yang dipelopori oleh Jepang. Namun, dibalik perkembangan semua itu Jepang sangat memegang teguh kepercayaannya terhadap agamanya. Di kalangan remaja ataupun anak muda Jepang, perihal kepercayaan kepada agama, baik Shinto maupun Budha bisa jadi masih sangat tipis karena gejolak kawula muda. Akan tetapi semakin bertambahnya kedewasaan dan usia seseorang, mereka membutuhkan secercah ketenangan hati dan jiwa yang tidak bisa diberikan oleh teknologi dan ilmu pengetahuan. Maka mereka mulai merindukan dan mencari Tuhan. Semakin dewasa pemikiran manusia, mereka semakin menjadi lebih religius.

Tokyo merupakan simbol kecanggihan dan kemajuan peradaban manusia. Gedung pencakar langit, jalan yang besar dan bagus, kecanggihan sistem kereta Shinkasen dengan seribu kesibukan manusia, serta dengan sejuta rahasia di balik sebuah kota yang menyandang predikat megapolitan, Tokyo masih menyisakan Asakusa.

Asakusa berada di sisi timur Tokyo mendekati arah teluk Tokyo. Asakusa dapat dibilang sebagai situs keagamaan yang masih tersisa di tengah derasnya modernisasi kota. Di dalam kawasan ini terdapat kompleks kuil yang sangat besar. Dua kepercayaan bersatu padu dalam satu lokasi yang berdampingan penuh keharmonisan. Tidak Budha, tidak Shinto, keduanya bersanding penuh kedamaian. Asakusa menjadi simbol dan saksi bahwa kepercayaan yang berbeda tidak bisa memisahkan manusia dari sebuah nilai kebenaran dan kebersamaan hidup.

Memasuki gerbang utama, pengunjung akan diantar kepada suasana dan nuansa penuh kekhidmatan. Dalam doa dan mantra, dalam setiap pengharapan akan datangnya kedamaian dunia, Asakusa menyediakan media meditasi dua aliran utama kepercayaan yang dianut masyarakat Tokyo, yaitu Budha dan Shinto.

Sisi kanan dari gerbang utama, berdiri gagah gerbang kayu galih simbol keberadaan Shinto Shrine, atau kuil Shinto. Agama Shinto merupakan adopsi dan akulturasi agama Budha yang datang dari India melalui China dengan kepercayaan lokal nenek moyang bangsa Jepang. Shinto menjadi agama dan keyakinan masyarakat Tokyo saat ini. Sebelum memasuki kuil untuk melakukan ritual ibadah, di sisi kiri terdapat tempat penyucian diri. Air dari pancuran kecil diciduk dengan gayung mungil dari batok kelapa, digunakan untuk membasuh tangan kiri, kanan, kemudian mengusap mulut. Demikian kesucian lahiriah tercapai, doa siap dipanjatkan, ibadah siap dimulai. Tidak terlalu rumit, ummat Shinto berdoa di depan altar dengan mempertemukan kedua tangan di atas dada dan dengan sedikit menganggukkan punggung. Setelah doa selesai dipanjatkan, mundur satu langkah dan kedua tangan ditepukkan. Tidak ada waktu khusus untuk berdoa atau beribadah. Kuil selalu terbuka dan siapapun, kapanpun datang tidak ada halangan ruang dan waktu untuk melakukan ibadah.

Di sisi tengah dari kawasan Asakusa terdapat bangunan kuil yang menjadi bagian tempat peribadatan ummat Budha. Kuil Budha tidak ditandai dengan gerbang kayu galih. Kuil Budha lebih mirip dengan bangunan klentheng bagi ummat Kong Hu Chu. Warna merah menyala mendominasi ornamen dan setiap bagian detail kuil Budha. Di tengah altar menjelang pintu utama tergantung lampu lampion raksasa simbol penerangan hidup. Di bawah lampu itulah segala doa dan permohonan dipanjatkan.

Bergeser ke sisi belakang komplek Asakusa, berdiri dengan anggunnya sebuah menara pencakar langit. Menara ini lebih mirip dengan menara pagoda dewa langitnya masyarakat China yang pernah digunakan untuk mengurung Kerasakti Sun Go Kong. Menara inilah yang menjadi landmark kawasan Asakusa sebagai pusat energi spiritualitas masyarakat Tokyo. Kawasan peribadatan diakhiri dengan gerbang arah pintu keluar.

Keluar dari kawasan ibadah, pengunjung akan melewati satu lorong panjang dengan dagangan segala pernak-pernik khas Asakusa maupun souvenir khas Jepang lainnya. Di sini pengunjung dapat menemukan dengan mudah barang-barang bernuansa Jepang, mulai dari jenis gantungan kunci, baju, kaos, sumpit, gantungan magnetik, hingga jubah kimono dan pedang samurai, bahkan senjata rahasia para ninja.

2. Marketing analisis: praktek bisnis UMKM Jepang di area asakusa

a. Khairina Sabila Adriani 120820150017 & Dienal Muslim Pribadhi 120820150051

Kami merasa bersyukur karena telah diberikan kesempatan dan pengalaman dari program “the International Joint Seminar & Company Visit to Ricoh Corporation” yang diselenggarakan oleh MM UNPAD yang bekerja sama dengan Rikkyo University. Pada hari pertama diawali dengan berkunjung ke Asakusa, di sana terdapat kuil Senso-Ji (kuil agama Buddha tertua di Tokyo) dan kuil agama Shinto. Walaupun kedua agama tersebut berbeda, namun kedua kuil tersebut berada di satu wilayah yang sama. Hal tersebut mengajarkan kita akan Cultural Analysis, yaitu menganalisis tentang perbedaan budaya.

Selanjutnya kami melakukan Marketing Analysis, yaitu dengan mengamati cara yang dilakukan para penjual di Asakusa untuk menjual produk dagangannya. Dari sana dapat terlihat bahwa para penjual tersebut memperlihatkan keunikan dari produknya, serta harga yang ditawarkan pun saling bersaing antara satu toko dengan toko lainnya. Dalam menjajakan makanannya para pelaku UMKM memasang foto dari tiap produk makanannya, hal ini merupakan salah satu cara untuk memberitahukan kepada konsumen barang atau makanan apa yang akan di beli, sehingga para turis bisa mengetahui dengan jelas makanan apa yang akan di beli. Penjelasan mengenai produk yang dijual tersebut juga dibuat sangat menarik dengan berbagai cara, seperti foto maupun miniatur produk yang menyerupai. Meskipun kami merasa sedikit kesulitan dalam mengetahui produk apa yang sedang di jajakan oleh para pelaku usaha UMKM di Asakusa, kami sedikit terbantu dengan harga yang tertera di masing-masing produk. Karena rata-rata pedagang di sana tidak fasih dalam berbahasa Inggris dengan baik, sehingga dengan adanya price tag berupa nominal harga dengan tulisan Jepang dan tulisan latin tersebut sangat membantu bagi para calon pembeli.

Hal yang menarik dalam berbelanja di Asakusa, selain bisa mencicipi makanan daerah khas Jepang seperti dorayaki, melon pan dan lain-lain. Strategi promosi yang dilakukan oleh para pelaku UMKM tersebut salah satunya adalah dengan cara ditawarkan oleh para sales marketing. Hal yang menarik bagi pengunjung di Asakusa adalah kita dapat melihat adanya upacara kedewasaan bagi kaum wanita yang sudah beranjak dewasa yaitu ketika berumur 20 tahun. Acara adattersebut ditandai dengan kaum wanitayang memakai baju kimono. Hal tersebut merupakan sesuatu yang menarik bagi orang asing dengan melihat wanita Jepang yang memakai baju kimono sehingga dapat menarik lebih banyak lagi pengunjung yang datang ke daerah Asakusa di Tokyo, Jepang.

Selain bisa melihat perpaduan antara dua budaya disana, kami juga bisa menikmati hampir setiap makanan tradisional khas Jepang yang ada dan juga di Asakusa tersebut salah satu hal menarik pengunjung juga ada tempat yang namanya tourist information center, apabila kita masuk ke gedung tersebut kita bisa mengetahui banyak hal tentang informasi apa saja yang ada di Tokyo, di lantai satu terdapat tentang informasi Asakusa dan informasi sekitar Tokyo dan sekitarnya, apabila naik sampai lantai 8 (lantai teratas atau rooftop) kita bisa melihat pemandangan kota Tokyo termasuk Tokyo SkyTree tower. Hanya dengan mengunjungi satu tempat yaitu Asakusa. Menurut kami karena adanya upacara adat dan adanya penggabungan dua budaya di Asakusa membuat daya tarik tersendiri bagi para turis untuk mengunjungi Asakusa.

b. Gina Triana (1208201500) & Sendy Desianti P (12082015005052)

Di kota Asakusa di Tokyo terdapat kuil yang disebut Sensoji. Sensoji adalah Kuil Umat Budha dan merupakan salah satu Kuil yang terkenal dan penuh warna dari Tokyo. Menurut legenda diceritakan pada saat memancing dua bersaudara mendapatkan sebuah patung Kannon (seorang dewi) dari Sungai Sumida. Ketika mereka mengembalikannya ke dalam sungai, patung tersebut kembali lagi kepada mereka. Kedua bersaudara ini kemudian membangun kuil untuk menghormati sang dewi dan selesai dibangun pada tahun 645.

Pada saat pertama kali mata memandang kuil ini, kita akan melihat “Kaminarimon” yang artinya Gerbang Halilintar. Gerbang ini pada awalnya terdiri atas dua panji raksasa dengan simbol trisula. Pada bulan Desember 2010 dilakukan renovasi dengan panji baru sehingga membuat kuil bertambah cemerlang. Di halaman kuil, terdapat deretan toko sepanjang 200 meter yang menjual bermacam-macam suvenir. Mereka menjual barang tradisional Jepang seperti yukata, kipas lipat, jimat keberuntungan, kaos, dan camilan lokal. Salah satu camilan adalah “Kibidango” yaitu snack yang dibuat berdasarkan cerita anak-anak terkenal di Jepang : Momotaro si Buah Persik. Kibidango sangat spesial karena hanya dijual di tempat ini, tidak dijual di toko kelontong atau supermarket. Camilan lain yang dijual adalah penganan berbahan dasar kacang merah yang disebut Agemanju (kue bertabur roti yang digoreng) dan Ningyoyaki (camilan berbahan dasar kue).

Kota ini mengadakan berbagai acara di kuil termasuk Sanja Matsuri, yang diselenggarakan setiap tahun di bulan Mei. Karnaval Asakusa Samba yang terkenal diadakan di bulan Agustus. Karnaval Samba dikenal dalam penjualan Hagoita-ichi, papan kayu yang diberi lukisan; yang digunakan dalam permainan tradisional Jepang Hanetsuki. Hanetsuki dimainkan pada Tahun Baru; permainan ini seperti bulutangkis tanpa net. Papan Hanetsuki dijual di bulan Desember dan bergambar Kesenian Tradisional Jepang atau ikon kebudayaan pop modern seperti Harry Potter, Perdana Menteri Jepang, Spiderman, atau Hello Kitty.

Di dalam Kuil Sensoji, kita dapat melihat Kuil Asakusa yang dibangun pada tahun 1649 oleh Tokugawa Iyasu. Bangunan bersejarah ini terletak hanya beberapa meter dari bagian kiri kuil utama.Kuil ini ada di Tokyo, jadi walau bahasa Jepang memang selalu membantu, tapi tidak terlalu dibutuhkan dibanding di daerah pedesaan dimana situs bersejarah berada. Kuil Sensoji dapat dicapai dengan beberapa cara. Kereta Bawah Tanah Ginza, Kereta Bawah Tanah Asakusa atau Lintasan Kereta Tobu. Dari Stasiun Tokyo cukup hanya membayar 170 yen. Jam buka kuil ini dari jam enam pagi sampai jam 6 sore.Tiket masuk di berikan secara gratis.

Selain itu para pendatang bisa membeli oleh-oleh titipan di Nakamise. Di sini terdapat hampir semua oleh – oleh khas jepang dengan harga yang terjangkau. Sebagai gambaran saja, satu gantungan kunci atau tempelan kulkas ¥350-¥500, boneka kokeshi ¥800-¥4000, kaos ¥950-¥1500 dan kimono yang mencapai puluhan ribu yen. Kemasan makanan disini sangat ekslusif dengan harga murah, rata – rata ¥650-¥1000 isi 10-20 buah.

3. Kualitas lingkungan dan infrastruktur lingkungan yg bersih

a. Utari Nur Riski 120820150019

Perjalanan singkat selama empat hari dalam rangka “Internasional Joint Seminar & Company Visit” ke Jepang telah memberikan kesan dan banyak pelajaran berharga. International Joint Seminar dilaksanakan di Rikkyo University, dan Company Visit dilaksanakan di Ricoh Corporation. Salah satu hal yang paling berkesan adalah tingkat kebersihan negara tersebut. Selama perjalanan singkat tersebut, kami pergi ke beberapa daerah yang merupakan pusat keramaian di Jepang namun tidak menemukan sampah sedikitpun, tentu sangat berbeda dengan keadaan pusat keramaian yang biasa kita jumpai di negara kita. Uniknya, tidak banyak tempat sampah yang disediakan di pusat keramaian di Jepang, namun negara tersebut bebas dari sampah-sampah yang berserakan. Rahasianya adalah masyarakat di Jepang selalu membawa wadah untuk membawa sampah mereka di tas masing-masing. Lalu mereka membuang sampah tersebut pada tempat-tempat yang telah disediakan.

Tempat sampah yang disediakan dibagi-bagi menjadi berbagai macam kategori sampah, sehingga kita harus memilah kembali sampah kita sebelum di buang ke dalam tempat sampah. Tempat sampah dibagi menjadi kategori sampah plastik, botol plastik, kertas, serta botol kaca dan kaleng, seperti contoh Gambar 1 di bawah ini:

image006

Gambar 1. Tempat Sampah di Jepang

Sedangkan untuk sampah-sampah rumah tangga, pemerintah Jepang telah menetapkan jadwal-jadwal pengambilan sampah ke rumah-rumah. Setelah seluruh sampah terkumpul dalam setiap kategori, kemudian dilakukan pemisahan antara sampah yang dapat didaur ulang dan yang tidak dapat didaur ulang. Contoh daur ulang sampah yang membuat takjub adalah bagaimana sampah botol plastik didaur ulang menjadi fondasi pulau buatan di Odaiba serta fondasi lintasan penerbangan. Sampah yang tidak dapat didaur ulang kemudian dibawa ke tempat pembakaran sampah yang ada di tiap distrik di Jepang. Sekilas, tempat pembakaran sampah tersebut tidak seperti tempat penampungan sampah yang umum kita jumpai di Indonesia berikut gambar-gambar tempat pembakaran sampah yang ada di Jepang.

image008

Gambar 2. Tempat Pembakaran Sampah di Jepang

image010

Gambar 3. Tempat Pembakaran Sampah di Jepang

Kedua tempat pembakaran sampah tersebut terletak di Provinsi Chiba, dan gambar tersebut diambil saat perjalanan menuju Bandara Internasional Narita. Masyarakat di Jepang diperbolehkan untuk langsung membuang sampah rumah tangga mereka di tempat pembakaran sampah tersebut, biaya kebersihan yang dikenakan pun lebih murah. Selain itu, jika kita hendak membuang perlengkapan rumah tangga seperti furniture maka sebaiknya dipotong-potong menjadi bagian-bagian kecil, karena jika dibuang dalam bentuk utuh maka akan dikenakan biaya yang lebih besar.

Amat mengesankan melihat pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah Jepang. Pengelolaan sampah di Jepang telah terintegrasi dari hulu ke hilir sehingga sampah dapat memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat Jepang itu sendiri. Manajemen sampah yang dilakukan pemerintah Jepang merupakan pelajaran yang berharga untuk diterapkan di tanah air. Selain pengelolaan sampah, program pemeliharaan fasilitas umum di Jepang juga patut diacungi jempol. Seluruh fasilitas umum, dari mulai bangku taman hingga jalan laying berada pada kondisi yang sangat baik. Hal tersebut dikarenakan program pemeliharaan (maintenance) yang rutin dilakukan pemerintah Jepang.

Kesuksesan program pemeliharaa infrastruktur public tersebut juga tidak lepas dari peran masyarakat Jepang itu sendiri. Fasilitas umum seperti jalan layang, secara rutin diperiksa dan dipelihara dengan memeriksa kondisi besi penopang, kualitas aspal, hingga komponen-komponen terkecil seperti baut. Peran masyarakat dapat dilihat dari kegiatan piket rutin yang dilaksanakan di sekolah-sekolah negeri dan lingkungan perumahan.

b. Teuku Deky Firnanda 120820150020 & Anindita Pradipta 120820150061

WOW…! tingkatan tertinggi dari ekspektasi konsumen terhadap suatu produk. Begitu pula ekspresi kami terhadap kualitas lingkungan dan infrastruktur lingkungan Jepang. Pengalaman kami pergi ke Jepang dalam rangka mengikuti program “International Joint Seminar & Company Visit to Ricoh Corporation” yang diselengarakan oleh MM FEB UNPAD dan Rikko University di Tokyo yang diselenggarakan selama 4 hari sangat memberikan kesan bagi kami. Hal yang membuat kami kagum adalah kualitas lingkungan jepang yang sangat bersih dan infrastruktur yang tertata rapi. Hal itu tentu berhubungan dengan attitude masyarakat Jepang yang membuat kualitas lingkungan Jepang menjadi bersih, dimana masyarakat Jepang memiliki budaya malu. Maksudnya adalah masyarakat jepang malu jika mereka merusak lingkungan dan tidak tertib contohnya membuang sampah sembarangan, merusak insfrastuktur umum, menyebrang sembarangan (tidak di zebra cross), mencoret-coret fasilitas umum dll. Selain itu, jepang juga memilki infrastuktur lingkungan yang bersih dan juga infrastruktur yang terstrukttur dengan baik. Sehingga masyarakat jepang senang menggunakan fasilitas umum seperti misalnya mengurangi tingkat polusi udara dengan menggunakan fasilitas umum.

image015 image014 image016

1. Underground train station
2. Tokyo Imperial Palace
3. Harajuku Street

Terdapat perbedaan sistem pengelolaan sampah antara jepang dan Indonesia. Di Indonesia, biasanya sampah hasil rumah tangga dibuang di dalam kantong plastik lalu ditempatkan di kotak pembuangan sampah yang nantinya akan diambil oleh petugas kebersihan setiap harinya. Namun lain halnya di Jepang, pemerintah Jepang menerapkan peraturan ketat tentang membuang sampah di Jepang. Mulai dari memilih sampah yang akan dibuang berdasarkan beberapa kategori, membungkus sampah menurut jenisnya hingga waktu untuk membuang sampah. Sebelum membuang sampah kita sebaiknya membeli kantong plastik untuk sampah yang tersedia di supermarket. Kantong plastik tersebut ada yang berwarna hijau untuk sampah yang masih bisa diolah secara alami / organik (moerugomi) dan warna putih untuk sampah yang tidak bisa diolah secara alami / anorganik (moenaigomi). Tapi, dua warna ini tidak berlaku di semua wilayah karena setiap wilayah memiliki warna tersendiri untuk membedakan kedua jenis sampah tersebut. Begitu juga halnya plastik sampah yang dibeli di Tokyo tidak bisa digunakan di Hokkaido karena masing-masing kota memiliki plastik sampah sendiri-sendiri.

Di Jepang tidak setiap hari kita bisa membuang sampah, kita harus membuang sampah sesuai dengan jenisnya dan jadwal pembuangannya. Sampah moerugomi biasanya dibuang dua kali seminggu dan sampah moenaigomi jenis plastic biasa dibuang seminggu sekali. Namun jadwal ini juga tergantung setiap kota atau daerah, karena setiap kota memiliki jadwal yang berbeda-beda dalam membuang sampah.Di Jepang ada juga istilah sampah khusus atau sampah yang tidak bisa dibuang secara gratis. Kita harus membayar untuk membuang sampah. Jenis sampah seperti lemari, meja, kursi, TV, komputer, AC, kulkas, microwave, dll, yang sudah jelas hukumnya tidak bisa dibuang ditempat biasa. Jika kita ingin membuang benda-benda seperti itu, kita harus melihat kembali jadwal pembuangan sampah barang besar yang telah diberikan pemerintah setempat. Dan kita harus membeli kupon untuk membuang sampah, harganya pun bervariasi tergantung jenis barang yang ingin dibuang lalu kupon tersebut ditempel di barang yang hendak dibuang sebagai bukti kita membuang sampah secara legal.

Namun, ada cara lain jika kita hendak membuang sampah jenis ini tanpa membeli kupon, kita bisa membuangnya di toko barang bekas atau ”Recycle Shop”. Jika barang yang ingin kita buang masih bagus dan berumur dibawah 5 tahun maka mungkin kita bisa mendapatkan uang dari barang tersebut namun jika barang yang ingin kita buang sudah rusak/tua dan berumur lebih dari 5 tahun maka kita tidak akan mendapatkan uang atau bahkan mungkin harus membayar kepada Recycle Shop.

c. Alzena Oktavina 120820150058

Mahasiswa Mahasiswi MM FEB Unpad angkatan 49 telah melaksanakan Joint Seminar di Rikkyo University, Jepang. Selain itu kami juga melakukan company visit ke Ricoh Corporation. Perjalanan kemarin sangat berkesan, terutama bila melihat infrastruktur lingkungan yang ada di Jepang.Masyarakat Jepang sangat peduli terhadap kebersihan lingkungan, kesadaran akan kebersihan lingkungan telah ditanamkan menjadi budaya sejak mereka kecil. Meskipun tidak ada larangan atau hukum yang berlaku mengenai buang sampah sembarangan, tetapi masyarakat Jepang dapat menjadikan kebersihan lingkungan sebagai norma. Contohnya dapat kita lihat di kantor atau pun gedung-gedung yang ada di Jepang, diberlakukan ‘kerjabakti’ bersama membersihkan gedung tersebut pada hari Jumat setiap minggunya.

image018

Gambar 1. Lingkungan Bersih di Rikkyo University

Selain lingkungan yang bersih, infrastruktur di Jepang sangat bagus dan unik, banyak ikon yang menjadi symbol negeri tersebut. Seperti Tokyo Tower dan Sky Tree Tower. Mereka dapat memaksimalkan lahan yang ada secara baik, misalnya, pembuatan terowongan bawah tanah dan tol dalam kota dulunya adalah sungai yang melintasi kawasan tersebut. Agar mengurangi kemacetan di kota besar seperti Tokyo, pemerintah Jepang membangun jalan tol tersebut. Dengan asumsi tempat penampungan air nya dipindahkan ke tempat yang lebih strategis dan tidak mengganggu infrastruktur yang lain. Mungkin hal ini dapat menjadi masukan untuk pemerintah Indonesia agar cerdas dalam isu infrastruktur Negara untuk mengurangi permasalahan kemacetan dan kebanjiran di kota-kota besar.

image020

Gambar 2. Contoh Infrastruktur Lingkungan Jepang

Harapan saya semoga di Indonesia dapat diterapkan sistem yang sudah baik di Jepang ini, sehingga dapat mengurangi permasalahan sampah dan kebersihan lingkungan, yang kenyataannya saat ini mengakibatkan kebanjiran dan polusi udara. Budaya masyarakat Indonesia, khususnya di MM Unpad harus mulai diterapkan sadar akan lingkungan yang bersih dan nyaman, agar dapat memberikan semangat untuk belajar dan bekerja di lingkungan kampus. Menjaga lingkungan harus menjadi budaya sejak kecil dan diterapkan mulai dari keluarga sehingga menjadi kebiasaan yang baik.

Terima kasih MM Unpad untuk pengalaman yang sangat berharga ini, semoga budaya bersih dan infrastruktur yang nyaman akan segera terealisasikan di Indonesia, khususnya lingkungan kampus Universitas Padjadjaran. Harapan saya, batch berikutnya dapat pengalaman yang luar biasa juga seperti angkatan 49 Reguler alami.

4. Komentar ttg Ricoh’s model of ecotown management at Ebina

a. Revina Trinanda (120820150026) dan Fitri Ayu A (120820150027)

Program “Internasional Joint Seminar & Company Visit” yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara MM FEB Unpad dengan Rikkyo University, 02-06 Februari 2016 merupakan sebuah pengalaman yang sangat singkat dan menyenangkan,sekaligus bermanfaat.Dengan mengikuti acara ini kami mendapat kesempatan untuk berkunjung dan bertemu langsung dengan para profesor dari Rikkyo University, dan mendapat penerimaan yang sangat baik.

Tentunya hal ini merupakan hasil dari kerjasama yang baik antara MM Unpad dan kedua universitas tersebut. Di kedua universitas ini, kami para mahasiswa harus mempresentasikan usulan riset. Proposal riset yang kami presentasikan berjudul “An Analysis of Funds and Loan Disbursement toward Profitability of Conventional Bank in Indonesia”.

Selama berada di Tokyo, kami dapat mengetahui bahwa budaya dan kebiasaan dari penduduk di jepang sangat teratur dan disiplin, dan hal tersebut merupakan pengalaman baru bagi saya dalam mengetahui secara langsung budaya kehidupan disana.Hari pertama diawali dengan kegiatan Cultural Analysis di daerah Asakusa, disana terdapat kuil dengan budaya yang cukup kental akan budaya Jepang. Pelajaran berikutnya yang didapat yaitu marketing analysis, di daerah Asakusa terdapat banyak pedagang yang menjualkan berbagai barang yang identik dengan budaya atau khas Jepang.

Setelah melakukan presentasi usulan riset kami di Rikkyo University, kami melanjutkan acara Company Visit to Ricoh Corporation. Pada saat di sana, para staf memperkenalkan kami dengan perkembangan perusahaan tersebut sekaligus produk-produk yang mereka miliki. Salah satu yang menarik bagi kami dalam presentasi yang disajikan oleh Ricoh Corporation yaitu Program Ecotown yang berbasis di Ebina berdekatan dengan headquarters dari Ricoh Corporation di Jepang.

Jepang termasuk negara di dunia yang sangat peduli pada lingkungan. Beragam aspek kehidupan di Negara Jepang mengacu pada komitmen peduli lingkungan. Mulai dari melakukan daur ulang sampah, membangun kawasan industry bebas polusi, sampai pada memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan.

Proyek Eco-town yang digagaskan oleh Ricoh Corporation pada tahun … di area Ebinashi, Jepang. Proyek ini bertujuan membangun masyarakat industry berbasis sumber daya daur ulang.
Dari pembangunan berbasis ecotown yang dipusatkan di Ebinaini, Ricoh berusaha untuk membangun infrastruktur yang lebih baik di area tersebut, sekaligus mengembangkan potensi dari daerah Ebina, khususnya untuk wilayah dan warga sekitar. Prinsip ecotown sendiri mengutamakan perbaikan lingkungan yang baik. Dengan membangun headquarter mereka di Ebina, Ricoh pun memiliki kewajiban untuk mengembangkan wilayah tersebut agar dapat mendorong kualitas dari perusahaan tersebut.

Menurut kami, hal yang dilakukan oleh Ricoh Corporation terhadap wilayah Ebina ini sangat berguna bagi masyarakat sekitar untuk dapat berkembang lebih baik lagi. Sekaligus hal tersebut menjadi program suistainability dari Ricoh Corporation yang menunjang perusahaan.

b. Sumarni 120820150044

image021 image024 image026 image028

Tugas dan mata kuliah yang menyenangkan dan menjadi pengalaman yang mengesankan dan berharga bagi saya selama kuliah di MM Unpad ini adalah International Joint Seminar & Company Visit. Berbeda dengan tugas dan mata kuliah lainnya, mata kuliah ini adalah rangkaian tugas membuat paper sebagai pra-thesis, yang kemudian dipresentasikan di depan para professor Jepang di kampus Rikyo University di Jepang, 4 Februari 2016 yang lalu.

Di Jepang, kami tidak hanya presentasi saja, tetapi juga kunjungan (company visit) ke perusahaan Ricoh dan mengunjungi tempat-tempat wisata dan pusat-pusat perbelanjaan Tokyo.
Saat company visit ke Perusahaan Ricoh, kami disambut dengan baik oleh Vice President Ricoh langsung dan jajarannya. Lewat presentasi, pihak Ricoh memperkenalkan produk-produk yang sedang mereka kembangkan saat ini. Perusahaan Ricoh merupakan perusahaan yang sudah dikenal lama di Indonesia karena teknologinya. Produk-produk Ricoh antara lain; kamera, jam tangan, mesin foto kopi, dll.

Salah satu produk yang sedang mereka kembangkan saat ini adalah Ricoh’s Model Town Management di wilayah Ebina, kota di pinggiran Tokyo. Model manajemen kota ini terintegral dalam satu wilayah dengan model rumah masa depan Ricoh(Ricoh future house) yang ramah lingkungan dan hemat energi. Rumah masa depan dilengkapi dengan berbagai teknologi yang memudahkan penghuni rumah berinteraksi satu sama lainnya.

Model rumah masa depan dan model manajemen kota Ricoh ini menurut saya dapat dicontoh dan dikembangkan di Indonesia dengan memasukkan unsur-unsur budaya Indonesia dengan segala tata kramanya sehingga tidak menghilangkan sisi-sisi keaslian dari budaya dan kultur Indonesia serta efektif dan efisien dan sesuai dengan perkembangan zaman.

c. Hilda Meirani & Gian Cahyana

Menjadi suatu pengalaman yang sangat berharga bagi saya setelah mengikuti program “International Joint Seminar & Company Visit to Ricoh Company” yang diselenggarakan oleh Program MM FEB Unpad kerjasama dengan Rikkyo University di Tokyo, yang diselenggarakan pada tanggal 02 sampai dengan 06 Januari 2016. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri karena mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proposal penelitian saya yang disusun bersama Hilda Melania Herfian dengan Judul “Competitive Strategy Analysis to Increase Competitiveness in Exporting Tiger Shrimp from Indonesia to Japan” di hadapan para Professor Universitas Rikkyo, Jepang.

Hari pertama menapakan kaki di negeri sakura, kami merasa cukup dikegetkan dengan dinginnya suhu di Jepang. Dengan adaptasi yang tidak begitu lama perjalanan dilanjutkan ke Imperial Palace dimana tempat tersebut adalah pusat pemerintahan negara Jepang. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke daerah Asakusa dimana daerah terebut merupakan symbol keharmonisan antara dua agama Budha dan Shinto. Selain itu di masih di daerah yang sama tepatnya Nakamise Street banyak menjual produk-produk lokal hasil buatan Jepang.

Hari kedua, merupakan acara inti dari International Joint Seminar & Company Visit to Ricoh Company dimana seluruh peserta akan mempresentasikan hasil proposal penelitian yang telah disusun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Dengan diawali doa dan persiapan yang cukup matang kami mempresentasikan hasil penelitian dan mendapat berbagai tanggapan dan komentar dari para Profesor dari Rikkyo University yang diantaranya adalah Profesor Yamada, Profesor Kakinaka, dan Profesor Akita. Kegiatan tersebut memberi dampak postif bagi saya pribadi khususnya dan seluruh peserta pada umumnya karena dapat membangun kepercayaan diri dan mengasah kemampuan kita berkomunikasi secara global. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Ricoh Company yang berada di Ebina City. Disana kami cukup ditakjubkan dengan tata letak bangunan yang sangat teratur dan lengkapnya fasilitas yang merupakan sebuah project jangka panjang dari Ricoh’s Company yaitu Ricoh’s Urban Development. Kawasan tersebut menjadi lebih hidup karena dengan adanya Ricoh’s Urban Development, lokasi-lokasi dan sumber daya yang berada di daerah tersebut menjadi lebih bermanfaat baik secara financial maupun kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan tersebut. Hal tersebut juga menjadi dampak positif bagi Ricoh Company dalam upayanya untuk terus berkembang dan meningkatkan infrastruktur guna memperkuat perusahaan khususnya di bidang research and development.

Hari ketiga menjadi hari menyenangkan lainnya dimana kami mengunjungi Harajuku Street untuk melakukan wisata belanja. Banyak hal unik dan menarik yang dapat ditemukan disana. Siang harinya kami melanjutkan acara dengan menikmati makan siang di restaurant Thailand yang berada di salah satu sudut persimpangan jalan Harajuku Street tersebut. Selepas makan siang, kami menuju Shibuya yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan yang sangat ramai dengan icon patung Hachiko di dekat stasiunnya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan malam di sebuah restaurant yang berlokasi di sekitar Shinjuku lalu kembali ke hotel untuk beristirahat.
Hari terakhir kami di negeri sakura ini diawali dengan sarapan pagi terakhir di Sunshine Prince Hotel. Setelah sarapan, kami berangkat menuju KBRI untuk bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Pak Ben yang menjabat sebagai Wakil Kedutaan Besar Indonesia untuk Jepang. Kami melakukan diskusi dengan beliau sampai dengan sekitar waktu dzuhur. Setelah acara diskusi selesai, kami berpamitan dan melanjutkan perjalanan untuk makan siang. Mengingat keterbatasan waktu yang kami miliki terjadi perubahan rencana yang semula dijadwalkan akan mengunjungi Odaiba dan Shisui Premium Outlet menjadi hanya salah satunya yaitu Shisui Premium Outlet. Setelah puas berbelanja, tiba saatnya bagi kami untuk berangkat menuju Narita Airport untuk kemudian kembali ke tanah air Indonesia.

Terima kasih kepada MM Unpad atas kesempatan dan pengalaman yang diberikan yang sungguh luar biasa dan tak akan terlupakan. Semoga menjadi pengalaman yang dapat berguna di masa yang akan datang.

5. Industrial Media Solutions Ricoh Company (IMS)

Annisa Nur Ilmianti – Student ID 120820140016
Dita Arpila Agrita – Student ID 120820140041
Mila Aprilia – Student ID 120820140042
Radinal Hakam – Student ID 120820150004
Tania Putri – Student ID 120820150041

Masyarakat Indonesia mungkin pada umumnya tidak mengetahui perusahaan yang bernama Ricoh. Hanya segelintir orang yang mengetahui bahwa Ricoh merupakan produsen dari produk kamera profesional. Hal ini wajar terjadi karena pada dasarnya produk – produk Ricoh merupakan produk yang dipasarkan kepada pelaku bisnis di dunia, dan kamera profesional merupakan salah satu produk Ricoh yang dipasarkan ke masyarakat umum (kini dikenal dengan nama Pentax). Bisa dikatakan Ricoh merupakan perusahaan manufaktur IT yang memproduksi segala macam alat elektronik yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam melakukan proses bisnis saat ini.

Ricoh adalah perusahaan teknologi global yang mengkhususkan pada peralatan pencitraan kantor, solusi pencetakan produksi, sistem manajemen pengelolaan dokumen dan layanan IT. Berkantor pusat di Tokyo, Ricoh Group beroperasi di lebih dari 200 negara dan wilayah.Perusahaan yang didirikan pada tahun 1936 oleh Kiyoshi Ichimura ini memiliki tujuan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan. Hal ini mereka wujudkan salah satunya melalui produk dan servis utama mereka yang disebut dengan Industrial Media Solutions. Divisi Industrial Media Solutions atau IMS memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan produk, memproduksi, menjual, melakukan perawatan, serta melakukan proses daur ulang produk – produk mereka.

Produk yang dihasilkan oleh divisi ini terdiri di dalamnyaImaging Solutions, Networks System Solutions, Industrial Product, dan Digital Cameras. Imaging Solutionmerupakan produk Ricoh yang berkaitan dengan percetakan seperti halnya multifunction printers, laser printers, production printer, digital duplicators, managed document services dan layanan lainnya yang berkaitan. Network System Solutions membantu perusahaan untuk membangun sistem komunikasi internal perusahaan.

Produk lainnya yang sering digunakan oleh pelaku industri sepertisuper market, warehouse, sampai bisnis jasa adalah Industrial Products. Ricoh memproduksi direct thermal paper yang biasa digunakan untuk memberikan informasi dalam bentuk label atau barcode baik pada makanan atau pun benda lainnya untuk menunjukkan alamat pengiriman ataupun konten dari produk tersebut, sampai tiket komuter yang menampilkan tanggal kadaluarsa seperti IC Cards.
Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen terhadap sustainability, Ricoh menciptakan thermal rewriteable film yang memungkinkan perusahaan yang memakai jasa Ricoh untuk mengurangi waste dalam bentuk dokumen. Dokumen yang telah digunakan atau dicetak oleh perusahaan dapat didaur ulang dan dapat digunakan sebagaimana mestinya dokumen baru.Upaya ini mengakibatkan peningkatan efisiensi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan pada saat yang sama, seperti contohnya saat membuang label barcode setelah pemakaian, sekarang tidak perlu lagi dilakukan. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengurangan biaya operasional perusahaan, tidak hanya itu yang terpenting adalah Ricoh telah memenuhi komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungannya.

Ricoh Group telah mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang menghilangkan residu tanpa menggunakan pelarut atau air. Sebaliknya, film tipis kecil dapat membantu obyek yang akan dibersihkan untuk menghilangkan residu. Teknologi ini diterapkan untuk membersihkan juga digunakan dalam proses manufaktur dan bagian selama daur ulang produk.Proses ini menggunakan tidak pelarut atau air, dan juga meminimalkan jumlah bahan yang digunakan untuk film tipis dan ringan. Kapasitasnya untuk menghapus residu tidak berkurang setelah penggunaan berulang, sehingga film resin dapat digunakan terus menerus tanpa diganti. Hanya residu dihapus dari obyek dibuang, dengan film resin digunakan berulang kali melalui sirkulasi terus menerus. Properti ini memungkinkan untuk mengurangi baik dampak lingkungan dan biaya operasional.

Ricoh Group menganggap kegiatan perlindungan lingkungan sama pentingnya dengan kegiatan manajemen bisnis, dan menerima tanggung jawab sebagai warga global dan mengambil tindakan untuk melestarikan lingkungan global berdasarkan Prinsip Lingkungan Ricoh Group. Selain mengurangi dampak lingkungan, Ricoh Group berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan pemulihan diri dari Bumi untuk mendukung lingkungan global yang berkelanjutan.Ricoh Group memadukan sumber daya manusia, proses dan teknologi untuk membangun infrastruktur informasi yang lebih cepat, cerdas dan murah dibandingkan dengan yang pelanggan bayangkan. Ricoh Group berkomitmen untuk membantu pelanggan dalam mengejar perubahan melalui inovasi. Hal seperti itulah dimaksud dengan “Imagine. Change”.
Ricoh Groupmenunjukkan kehadiran mereknya yang berkembang di seluruh dunia. Pesan baru ini mencerminkan perubahan umum pada layanan Ricoh, yang dapat dilihat pada portofolio layanan perusahaan yang kian meluas termasuk IMS(Industrial Media Solution). Kemampuan untuk berubah merupakan elemen penting keberhasilan bisnis saat ini. Teknologi terus berubah dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan terdapat tekanan bagi para pelanggan untuk mengikuti perubahan. Ricoh dikenal sebagai perusahaan terkemuka dengan kualitas teknologi, standar terbaik untuk layanan pelanggan dan inisiatif berkelanjutan. Di bawah slogan “Imagine. Change.”, Ricoh mengubah cara kerja mereka dan memanfaatkan imajinasi kolektif dari para pekerja untuk menghasilkan produk masa depan yang bermanfaat bagi sustainability of life.

6. CSV

a. Asti NurAryanti (120820150015) & Riksa Restuning Arofah (120820150005)

Ricoh Company, Ltd. adalah sebuah perusahaan Jepang yang memfokuskan produknya dalam bidang optik dan gambar. Adapun beberapa produknya yaitu kamera, printer, mesin fotocpy dan sebagainya. Ricoh Company didirikan pada tahun 1936 dengan nama Riken Kankoshi Co., Ltd degan kantor pusat di Tokyo, Jepang.

image029

Dalam kegiatan Joint Seminar di Rikkyo University dan Company Visit to Ricoh Company, tentunya program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang dituntut memiliki pengalaman dan pengetahun berskala internasional. Materi yang diberikan ketika berada di Ricoh Company menjadi wawasan global bagi mahasiswa, kami dapat mengetahui bagaimana praktek bisnis dari perusahaan ternama tersebut, mulai dari strategi bisnis hingga kepekaan perusahaan pada lingkungan. Salah satu konsep bisnis Ricoh Company adalah Creating Shared Value (CSV) yang merupakan kebijakan dalam praktek bisnis yang tidak hanya meningkatkan dan memajukan daya saing perusahaan, tetapi juga memajukan kondisi ekonomi dan sosial di masyarakat.
Ricoh Company sudah menerapkan konsep Creating Shared Value (CSV), dimana risiko/tantangan yang ada dianggap sebagai peluang yang potensial untuk menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan lingkungan. Creating Shared Value(CSV) adalah sebuah konsep dalam strategi bisnis yang menekankan pentingnya mengikutsertakan masalah kebutuhan sosial dalam perancangan strategi perusahaan. CSV merupakan pengembangan dari konsep tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate social responsibility, CSR).

Konsep CSV Ricoh Company didasari pada ide adanya hubungan interdependen antara bisnis dan kesejahteraan sosial. Ricoh Company menilai bahwa jika selama ini bisnis dan kesejahteraan sosial selalu ditempatkan berseberangan, maka dalam konsep CSV ini kesejahteraan social justru dipertimbangkan. Dalam konsep CSV Ricoh Company tidak hanya mementingkan keuntungan tetapi juga melakukan proses produksi yang memperhatikan lingkungan atau tidak menimbulkan polusi. CSV inimenekankan adanya peluang untuk membangun keunggulan kompetitif dengan cara memasukan masalah sosial sebagai bahan pertimbangan utama dalam merancang strategi perusahaan. Pendekatan CSV menekankan bahwa perusahaan dapat menguntungkan masyarakat saat bersamaan meningkatkan daya saing mereka.

Sebagai contoh penerapannya adalah tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja lingkungan produk seperti penghematan CO2 serta energi dan kertas, tetapi juga menekankan pada optimasi yang meningkatkan produktivitas, mengurangi waktu tunggu, mudah digunakan, memungkinkan gaya kerja baru, dan mengurangi total biaya. Hal ini mengarahkan agar karyawan di semua tingkatan dalam perusahaan dapat memanfaatkan peralatan dengan benar untuk efisiensi pencapaian target. Dengan meningkatkan produktivitas,orang dapat memaksimalkan hasil kerja mereka dalam jangka waktu yang diberikan. Ricoh Company berusaha untuk dapat mengaktifkan inovasi produk terhadap pengurangan dampak lingkungan.

Ricoh Company berinisiatif untuk mencapai dua tujuan dalam waktu yang sama yaitu memberikan solusi bagi masalah-masalah sosial serta pertumbuhan bisnis dengan memanfaatkan kemampuan dan sumberdaya yang ada di perusahaan. Ricoh Company melakukan resolusi masalah sosial berupa peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar industry dan menjaga keberlanjutannya, salah satunya dengan peduli terhadap lingkungan seperti pengolahan limbah yang teratur dan membangun kawasan industry bebas polusi. Selanjutnya dalam waktu yang sama Ricoh Company memperhatikan pertumbuhan bisnisnya baik pada pengembangan pasar/konsumen, keunggulan bersaing, serta metode pemasaran yang harus dilakukan untuk menjaga sustainability perusahaan.

Tentunya konsep CSV tersebut dapat menyeimbangkan antara kepentingan bisnis dan kepentingan lingkungan. Tidak hanya itu, dalam mempertahankan bisnisnya Ricoh Company juga memperhatikan nilai jangka panjang yang harus dipertahankan. Perusahaan meyakini bahwa untuk keberlanjutan bisnis yang baik maka harus dipertimbangkan factor kenyamanan pelanggan pada produk yang dihasilkan. Konsep CSV ini selanjutnya dapat diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia agar dapat diraih sinergi yang baik anatara bisnis dan lingkungan.

b. Lokita

Saya ucapkan terima kasih kepada Magister Manajemen Universitas Padjadjaran yang telah mengadakan program the “International Joint Seminar & Company Visit to Ricoh Coorporation” yang diselenggarakan oleh Program MM FEB Unpad kerjasama dengan Rikkyo University di Tokyo, Jepang, 02-6 Februari 2016. Khususnya saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Popy Rufaidah, SE., M.BA., Ph.D, dan Ibu Eka Komalasari A., S.E., M.M. yang telah memberikan bimbingan sejak awal pembuatan paper hingga selesai acara tersebut.

Hari pertama, kami melakukan Cultural Analysis, dimana kami melihat Asakusa yaitu kuil Asakusa dan melakukan Marketing Analysis, yaitu mempelajari suatu pusat berbelanja souvenir atau cinderamata khas jepang yang sangat unik.

Hari ke-2 kita memulai joint seminar di universitas Rikkyo jepang, universitas ini terletak di ikebukuro, Tokyo. Di universitas Rikkyo ini saya mencoba mempresentasikan paper penelitian yang telah saya buat dengan menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa internasional, yang berjudul “The Analysis of Investment Policy at Japan Automotive Multi-National Corporation Operated to Increase Their Competitiveness Amongst European Automotive Manufacturers in Indonesia”. Terdapat 3 Professor dari Rikkyo University yang bertindak sebagai reviewer yaitu Prof. Akita, Prof. Yamada, dan Prof. Kakinaka. Suatu kebanggaan, paper yang saya buat diberi feedback dan saran oleh ketiga professor tersebut.

Setelah presentasi di Universitas Rikkyo kita melanjutkan perjalanan menuju Ricoh Company. Disini kita belajar bagaimana proses dan cara kerja perusahaan ini sehingga menjadi perusahaan yang sangat besar. Saya merasa kagum berada di perusahaan ini dengan melihat inovasi teknologi yang terus mereka kembangkan mulai dari teknologi electronic device, optical device, thermal media, manufacturing equipment, mesin photocopy, bahkan teknologi kamera yang terus dikembangkan seperti spherical camera, wajar mereka menjadi salah satu perusahaan global terbaik saat ini.

Banyak pelajaran berharga yang kita dapatkan tentang pemaparan Ricoh Company. Salah satunya adalah sebuah strategi pertumbuhan yang telah diprioritaskan dalam Ricoh Company yaitu “Creating Shared Value (CSV),” yang mencapai dua tujuan sekaligus yaitu solusi untuk masalah sosial dan pertumbuhan perusahaan. Ricoh memanfaatkan teknologi, produk dan jasa, sumber daya manusia, dan sumber daya lain untuk menjadi bagian dari solusi untuk masalah sosial serta untuk membangun pasar baru, menarik pelanggan baru dan memperkenalkan inovasi.

Creating Shared Value (CSV) adalah konsep bisnis yang bertujuan untuk menghasilkan nilai ekonomi dengan cara menghasilkan nilai bagi masyarakat dengan mengatasi kebutuhan dan isu-isu sosial. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Michael Porter.

Creating Shared Value (CSV)

image031

Ricoh Company berusaha mengembangkan platform untuk peluang bisnis yang juga akan mengarah untuk memecahkan masalah-masalah sosial, karena dapat disaksikan pertumbuhan ekonomi yang cepat di banyak negara-negara berkembang, namun masih ada kelompok yang cukup besar di negara-negara ini hidup dalam kemiskinan, sering disebut sebagai BOP (Base of the Pyramid). Di India, Ricoh mendukung masyarakat lokal dalam penciptaan dan perluasan bisnis mereka sebagai cara memberikan bantuan berkelanjutan dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan pada khususnya. Melalui upaya ini, Ricoh bercita-cita untuk memainkan peran utama dalam meningkatkan kualitas hidup di daerah pedesaan dan mengurangi kesenjangan pendapatan antara penduduk perkotaan dan pedesaan, sementara mengejar peluang bisnis masa depan.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan yaitu:

Langkah 1: Membangun kepercayaan dan mengidentifikasi kebutuhan
Langkah 2: Mengembangkan bisnis lokal baru dan menciptakan nilai sosial
Langkah 3: Mengembangkan platform untuk peluang bisnis

Saya sangat bersyukur bisa bergabung dalam joint seminar ini dan mendapatkan banyak pengalaman berharga. Saya yakin hal ini akan bermanfaat bukan hanya untuk keilmuan tetapi juga diaplikasikan di tempat bekerja secara profesional.

c. M. Irvin Yanuar (120820150024) dan Akbar Ajisuryo S. (120820150045)

image033

Perjalanan kami dalam rangka “International Joint Seminar & Company Visit” ke Tokyo, Jepang bisa dikatakan singkat, namun sangat berkesan. Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang diperoleh dari kunjungan kami ke negeri Sakura tersebut. Dalam acara ini, kami diharuskan mempresentasikan proposal tesis dalam Bahasa Inggris di Rikkyo University dan juga mengunjungi salah satu korporasi besar yang berbasis di Jepang, yaitu Ricoh Company, Ltd. Hal menarik kami dapatkan dari kunjungan kami ke Ricoh, yaitu bagaimana visi dan ide-ide yang mereka gunakan, yang bisa dikatakan out of the box, mampu menciptakan produk dan strategi-strategi bisnis yang mampu membuat mereka makin berkembang di persaingan global ini. Di Ricoh, kami juga mempelajari bahwa dalam perjalanan bisnis mereka, Ricoh tidak mementingkan profit atau keuntungan semata dan mengacuhkan society di sekitar mereka, melainkan mereka justru berpikir untuk meningkatkan perkembangan sosial-ekonomi society di sekitar mereka melalui penerapan Creating Shared Value (CSV).

Menurut pihak Ricoh, CSV sendiri merupakan strategi untuk mencapai dua tujuan secara simultan, yaitu menjadi solusi masalah sosial dan perkembangan bisnis korporasi. Kami melihat dengan adanya penerapan CSV pada bisnis mereka, Ricoh menganggap bahwa society bukan merupakan business cost yang bertolak belakang dengan profit. Ricoh justru menganggap bahwa society harus selalu didukung agar terus berkembang secara sosial maupun ekonomi karena perkembangan society akan secara otomatis meningkatkan daya saing perusahaan itu sendiri. Yang menarik lagi, tujuan akhir dari penerapan CSV oleh Ricoh adalah mereka ingin membangun suatu bisnis dan komunitas yang berkelanjutan (sustainable), sehingga segala aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Ricoh dapat diterima dan berguna bagi masyarakat dan juga tentu saja meningkatkan profit bagi Ricoh sendiri.

Implementasi dari CSV dari Ricoh untuk menciptakan sustainable business and society yang menurut kami sangat menarik adalah penataan Ebina untuk menjadi Ecotown. Dalam jangka waktu tiga tahun saja, kawasan Ebina, yaitu daerah Ricoh berlokasi, yang awalnya merupakan daerah yang didominasi oleh lahan kosong yang berupa sawah diubah menjadi daerah yang modern. Dari proyek ini, kami melihat bahwa Ricoh menginginkan memajukan ekonomi dan sosial masyarakat dengan mengimplementasikan teknologi milik Ricoh. Tentu saja dengan implementasi tersebut, otomatis masyarakat di Ebina merasakan manfaat dari konsep Ecotown ini dan tentu saja masyarakat di Ebina bisa menjadi pasar yang baru bagi Ricoh dalam perjalanan bisnis mereka ke depannya. Gambar di bawah yang diperoleh dari presentasi dari pihak Ricoh, memperlihatkan perbedaan keadaan kota Ebina pada Agustus 2012 dengan Januari 2016 setelah Ricoh menerapkan konsep Ecotown.

image036image035image037

Dari penerapan CSV yang dilakukan oleh Ricoh, kami berharap perusahaan-perusahaan Indonesia mampu menerapkan ini, dimana perusahaan Indonesia harus mau membangun keadaan sosial ekonomi di lingkungan sekitar dan memecahkan masalah yang ada di lingkungan tersebut. Perusahaan tersebut dapat meniru langkah Ricoh atau bahkan berkolaborasi dengan Ricoh, yang sudah memiliki pengalaman, untuk melakukan implementasi CSV ini. Dengan adanya kemajuan kondisi lingkungan secara sosial dan ekonomi, dipastikan masyarakat akan lebih terbuka kepada perusahaan tersebut dan dapat menciptakan pasar baru dan peluang bisnis baru di daerah mereka, sehingga dapat tercipta bisnis dan society yang berkelanjutan.

7. Persiapan dan kegiatan Seminar direview professor

a. Ghina Rizkiana M (120820150007) & Andri Gazam (120820150017)

Mata kuliah International Seminar ini merupakan mata kuliah yang paling favorit dan paling menyenangkan buat kami. Berbeda dengan mata kuliah lain, di mata kuliah ini kami bisa mendapatkan dua ilmu sekaligus yaitu bagaimana cara membuat Jurnal berstandar Internasonal (hard skill) dan juga bagaimana mempresentasikannya dengan baik di depan lingkungan internasional (soft skill). Selain itu, kami juga mendapat bonus jalan-jalan dan liburan di Jepang. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan dan menjadi salah satu the best moment in my life.

Di awal semester sudah banyak terlintas topik apa yang akan dijadikan international journal namun pada akhirnya setelah berdiskusi dengan para dosen maka terpilihlah judul “Promotional Strategies: Advertising and Public Relations to Increase Brand Awareness of Ichi Ocha brand in Indonesia”. Topik ini merupakan topik yang menarik untuk kami teliti karena produk ini dihasilkan melalui kerjasama (Joint Venture) antara dua perusahaan besar di Jepang dan di Indonesia, yakni ASAHI co. dan PT. Indofood namun sayangnya produk tersebut belum mampu bersaing di pasar RTD tea Indonesia.

Beruntungnya pada saat angkatan kami program international joint seminar ini sudah menjadi mata kuliah wajib sehingga kami para mahasiswa di bimbing secara bertahap bagaimana tata cara penyusunan proposal penelitian dengan standar internasional oleh para dosen. Proposal penelitian harus mencakup latar belakang penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian serta hasil yang diharapkan dari penelitian ini. Proposal penelitian ini wajib menggunakan bahasa inggris dan telah dilakukan pengoreksian bahasa oleh orang atau lembaga bahasa yang kompeten. Proposal penelitian diberi saran dan masukan oleh tim dosen disetiap pertemuan agar proposal lebih sempurna.

Banyak hal positif yang didapat dari program ini untuk pengembangan kemampuan mahasiswa baik dari segi hard skill maupun soft skill. Selain kami belajar mengenai bagaimana membuat proposal penelitian berstandar internasional, kami juga belajar bagaimana mempresentasikan proposal penelitian agar dapat menarik perhatian audience internasional.

Seminar internasional tersebut dilakukan pada tanggal 4 Februari 2016 di Rikkyo University, Tokyo, Jepang. Rombongan kami disambut oleh para staf Rikkyo University beserta para profesor. Acara seminar dimulai dengan sambutan oleh Profesor Akita dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Popy Rufaidah selaku ketua program studi Magister Manajemen Universitas Padjadjaran. Sebanyak 22 kelompok mempresentasikan masing-masing proposal penelitiannya. Seminar ini dihadiri oleh Profesor Akita, Profesor Yamada, dan Profesor Kakinaka sebagai penelaah (Reviewer). Para profesor memberi masukan lebih banyak kepada metode-metode yang akan dilakukan serta tahapan atau proses dalam mengolah data yang diperoleh. Para profesor sangat mengapresiasi proposal-proposal penelitian yang dipaparkan oleh para mahasiswa.
Sungguh suatu pengalaman yang amat berharga untuk dapat berdiskusi dengan para profesor mengenai proposal penelitian. Masukan dan saran yang diberikan oleh para profesor kepada kami sangat membantu dalam penyempurnaan penelitian ini.

Kami sangat beruntung dapat mengikuti kegiatan internasional ini dan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman yang sangat berharga yang mungkin tidak akan kami dapat kalau kami tidak mengambil program MM di UNPAD. Kami yakin ini dapat memberikan kontribusi positif bagi karir kami di masa yang akan datang.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih khususnya kepada Ibu Popy Rufaidah, SE., M.BA., Ph.D dan Bapak Yudi Azis, S.Si., SE., S.Sos., M.T., Ph.D yang telah membimbing kelompok kami dan teman-teman seangkatan dalam mempersiapkan proposal penelitian yang dipresentasikan pada seminar internasional dan selama perjalanan mengikuti kegiatan ini.

b. Adrian Noor Prayudha (120820150056 & Baiq Vanya (120820150012)

Berkesan adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan pengalaman saya mengikuti International Joint Seminar and Company Visit yang diadakan pada tanggal 3 Februari 2016 sampai 6 Februari 2016. Seluruh kegiatan ini dilakukan di Tokyo, Jepang. Tokyo adalah daerah yang begitu tertib dan bersih. Budaya tertib dan bersih yang diterapkan oleh para penduduk di Tokyo memberikan kesan dan pengelaman yang menarik untuk kami.

Untuk mengikuti International Joint Seminar kami mempersiapkan proposal penelitian yang akan dipresentasikan. Dalam proposal penelitian tersebut, kami mengangkat Tol Laut Indonesia dan Short Sea Shipping sebagai topik yang dibahas. Kami berusaha untuk mengumpulkan informasi tentang penerapan Tol Laut Indonesia dan penerapan Short Sea Shipping yang ada di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang elemen-elemen dari Short Sea Shipping yang dapat diterapkan pada Tol Laut Indonesia. Penerapan dari elemen-elemen Short Sea Shipping ini diharapkan dapat membantu Indonesia dalam usaha menurunkan biaya logistik. Yang menjadi alasan kami untuk memilih topik tersebut adalah karena posisi Indonesia yang masih berada di atas negara-negara lain dalam hal biaya logistik. Penelitian ini kami harapkan akan membantu pemerintah Indonesia untuk menekan biaya logistik sehingga dapat menjadi negara yang kompetitif di kancah dunia.

Sebelum berangkat ke Jepang, kami dibantu oleh Bu Popy Rufaidah, Pak Yudi Azis dan Bu Eka Adiwiliga untuk membimbing penulisan proposal penelitian yang akan dipresentasikan dan juga persiapan untuk menyempurnakan presentasi kami. Selama latihan itu, kami berlatih cara memberikan presentasi yang baik sehingga pendengar bisa mengerti apa yang akan kami sampaikan. Kritik dan saran selama latihan kami terapkan dengan baik sehingga kami dapat tampil maksimal ketika presentasi di depan para professor di Rikkyo University nanti.
International Joint Seminar berlangsung pada tanggal 4 Februari 2016 di Universitas Rikkyo. Rikkyo University terletak di daerah Ikebukuro. Suasana kampus Rikkyo University sangat indah dan nyaman. Bangunan bergaya klasik sangat menarik perhatian kami ketika kami menginjakkan kaki di Rikkyo University sehingga tak lupa kami menyempatkan untuk mengambil beberapa foto untuk dijadikan kenangan.

Melakukan presentasi di hadapan para professor di Universitas Rikkyo adalah pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Para professor dari Rikkyo University, yang terdiri dari Professor Akita, Professor Yamada, dan Professor Kakinata, sangat antusias dalam mendengarkan apa yang kami sampaikan. Para professor juga memberikan tanggapan pada akhir masing-masing presentasi yang akan digunakan sebagai masukan untuk melanjutkan penelitian. Untuk kelompok kami, Professor Yamada memberikan saran agar kami menambahkan research question pada proposal penelitian kami tentang alasan mengapa Indonesia memiliki biaya logistik yang tinggi.
Setelah melaksanakan presentasi, kami diberikan sertifikat yang menandakan bahwa kami sudah pernah terlibat dalam sebuah seminar internasional.

Secara keseluruhan kegiatan ini sangat membantu kami untuk mendapatkan pengalaman internasional, bagaimana berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang yang berbeda bahasa dan budaya. Hal ini tentu saja membantu kami menambah kemampuan kami bersaing dalam persaingan internasional. Pengalaman ini juga memotivasi kami untuk menerapkan segala budaya Jepang yang sekiranya akan memberi kemajuan dan kebaikan pada Indonesia.
Tidak lupa kami berterimakasih kepada MM Unpad karena telah memfasilitasi kami untuk mengikuti acara International Joint Seminar ini. Semoga program ini akan terus berlangsung dan akan semakin memberikan manfaat yang lebih baik lagi bagi seluruh pihak yang terlibat.

c. Nur Rahmayanti 120820150025

Seminar internasional yang diadakan pada tanggal 4 Februari 2016 yang lalu merupakan salah satu program Magister Manajemen Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang terselenggara atas kerjasama dengan Universitas Rikkyo Jepang yang mempunyai tujuan meningkatkan kualitas mahasiswa pasca sarjana yang dimiliki UNPAD. Keseriusan akan diselenggarakannya program ini dapat dilihat dari Kartu Rencana Studi (KRS) MM UNPAD dimana program tersebut masuk dalam salah satu mata kuliah seminar internasional yang tercantum pada KRS tersebut. Persiapan yang dilakukan agar program tersebut dapat berjalan sesuai rencana selain dengan dimasukkannya sebagai salah satu mata kuliah wajib dimana kuliah tatap muka dilakukan seminggu sekali, yaitu dengan diadakannya latihan presentasi yang dilakukan selama tiga kali sebelum mahasiswa berangkat ke Jepang.

Pada seminar kali ini diikuti oleh 32 peserta yang terbagi menjadi 20 kelompok. Masing-masing kelompok menyajikan paper dengan topik yang berbeda. Sesuai dengan ketertarikan anggota kelompok dan fenomena yang ada di dunia saat ini. Contoh topik yang diangkat masing-masing kelompok diantaranya: strategi impor Unagi dari Indonesia ke Jepang, Brand image di Starbucks, Manajemen Logistic di Indonesia dan lain sebagainya. Topik yang saya angkat pada kesempatan kali ini adalah mengenai implementasi E-Procurement di Instansi Pemerintah terutama di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan judul “Government E-Procurement Practises in LAPAN: Transparency, Effectiveness, and Efficiency”. Persiapan yang saya lakukan untuk menyusun paper ini adalah dengan mengumpulkan data yang ada pada LAPAN dan mencari jurnal internasional yang mengangkat hal yang sama untuk dijadikan referensi. Kuliah tatap muka dijadikan media diskusi dengan rekan maupun dengan dosen pembimbing untuk kesempurnaan paper masing-masing kelompok. Hal lain yang harus diperhatikan dalam penyusunan paper ini adalah dengan dilakukan proof reading untuk masing-masing paper agar kesalahan dalam penggunaan tata bahasa inggris dapat diminimalisasi.
Setelah paper masing-masing kelompok selesai, kelompok diwajibkan membuat power point yang menarik untuk dipresentasikan. Persiapan presentasi pun dilakukan secara serius, walau pun latihan dilakukan hanya 3 kali di minggu terakhir sebelum berangkat ke Jepang, namun latihan ini benar-benar berjalan secara efektif. Masing-masing kelompok melakukan presentasi seolah-olah di depan Profesor yang akan mereview di Universitas Rikkyo. Kesempatan ini dijadikan media diskusi dan koreksi yang dilakukan mahasiswa dengan pembimbing. Masukan dari pembimbing sangat membantu mahasiswa dalam penguasaan dan penyampaian materi.

Review Proposal Penelitian oleh Profesor Rikkyo University

Pemaparan proposal penelitian dilakukan di depan 3 (tiga) profesor di Universitas Rikkyo – Jepang. Sebanyak 20 kelompok dengan lancar memaparkan proposal penelitian mereka dan dilakukan review oleh para Profesor. Adapun Profesor yang diberikan tanggung jawab untuk mereview adalah Prof. Takihara Akita, Prof. Kyohei Yamada dan Prof. Makoto Kakinata. Setiap kelompok diberikan beberapa respon dan masukan untuk keberhasilan proposal ini. Pada proposal penelitian saya yang mengangkat masalah implementasi E-procurement di Instansi Pemerintah, Prof. Takihara Akita memberi masukan agar proposal penelitian ini untuk lebih diuraikan lagi karena akan menyentuh hal yang sensitif yaitu masalah korupsi di Indonesia. Prof. Akita juga mempertanyakan masalah responden yang akan dijadikan objek penelitian, siapa saja yang akan dijadikan objek penelitian dan berapa jumlah responden yang akan diteliti. Pelaksanaan review ini sangat membantu mahasiswa untuk melanjutkan penelitian ini.

error: Content is protected !!